bagaimana konsumen berfikir

Coba Anda ingat-ingat, hal apa yang membuat Anda tergerak untuk membeli sesuatu? mungkin kebutuhan, keinginan, atau mungkin ‘jatuh cinta’ dengan merk tertentu. Apapun itu,  seorang konsumen membeli bukan karena nilai atau harga suatu produk saja, tetapi lebih karena faktor emosi, kesenangan, selera, dan lain lain. Ini menunjukkan bahwa manusia adalah mahluk emosional.

Walaupun manusia dibekali dengan logika, tetapi sebagian besar keputusan yang dipilihnya berdasarkan pertimbangan subjektif. Tahukah Anda bagaimana konsumen konsumen berpikir sebelum melakukan pembelian?

Mereka Memutuskan Berdasarkan yang Pertama Dilihatnya

Dalam dunia bisnis, kesan pertama yang diciptakan oleh penjual sangat menentukan. Sebagaimana pentingnya menciptakan kesan terbaik di awal perjumpaan, kesan pertama yang baik menjadi salah satu tugas utama pebisnis untuk mendatangkan banyak pelanggan. Ketika pertemuan pertama memberikan kesan yang positif pada calon pelanggan, maka tidak menutup kemungkinan bila konsumen akan datang lagi.

Mereka Terkesan pada Label

Coba Anda jalan-jalan ke supermarket atau mall, perhatikan kemasan produk yang mereka jual. Mulai dari kemasan makanan, minuman, kosmetik, barang elektronik, dan sebagainya. Hampir seluruhnya sangat mementingkan unsur estetika kemasan. Membuat suatu label yang menarik memerlukan seni tersendiri.

Label produk menimbulkan persepsi bagi konsumen. Dengan meningkatkan kualitas gambar produk yang ditawarkan, penjualan Anda pun akan meningkat. Saat memberikan label kepada sebuah produk, seolah-olah kita memberikan sugesti kepada pembeli agar pembeli percaya terhadap label pada produk tersebut. Jadi, pemberian label kepada produk juga akan menentukan dibeli atau tidaknya produk tersebut.

Mereka Selalu Mencari yang Menguntungkan Dirinya

Pada kenyataannya, manusia pada umumnya tidak peduli dengan Keinginan Anda. Mereka hanya melakukan sesuatu berdasarkan manfaat yang bisa mereka peroleh. Jadi penting bagi Anda untuk memfokuskan pikiran Anda pada apa yang mereka inginkan. Sebaliknya, jangan terlalu fokus menunjukkan apa yang Anda miliki.

Agar konsumen Anda cepat lakukan pembelian, Anda perlu memakai seni berkomunikasi untuk mempersuasi calon konsumen Anda. Seni persuasi konsumen ini bisa Anda kuasai dalam hypnoselling.

    Hypnoselling merupakan penerapan teori-teori hipnosis modern dalam bidang penjualan. Teknik yang digunakan di sini merupakan teknik yang masuk akal, yaitu seni berkomunikasi dengan pikiran bawah sadar konsumen. Ingin lebih memahami bagaimana konsumen berpikir?

 

Nantikan seminar Hypnoselling : “Rahasia Menjual tanpa Banyak Bicara” dari iBizCOACH pada tanggal 27 September 2017. Info lebih lanjut: 0811-265-2244.