Istilah balik modal sering dianggap sama dengan istilah Break Even Point (BEP). Istilah ini dipakai untuk melihat seberapa optimal performa sebuah usaha. Secara umum, balik modal juga bisa mengukur besarnya potensi bisnis yang mulai dijalankan karena semakin cepat balik modal, maka semakin besar keuntungan yang didapat. Semakin cepat sebuah usaha mencapai BEP, maka semakin baik potensi usaha itu untuk berkembang. Balik Modal Ketika Anda membuka usaha di bidang apapun, tentunyaa Anda akan menyediakan modal. Modal inilah yang sejumlah uang yang dikeluarkan dan diperhitungkan untuk bisa ‘kembali’ pada waktu tertentu. Balik modal berarti keuntungan untuk pemasukan usaha Anda. Seluruh modal yang telah Anda keluarkan hingga akhir dapat kembali. Dalam istilah keuangan, ini disebut dengan Return On Investment (ROI). Break Even Point (BEP) Sementara itu, BEP dalam ilmu Ekonomi, BEP diartikan sebagai Titik Impas yaitu sebuah titik di mana biaya atau pengeluaran seimbang jika dibanding dengan pendapatan. BEP ini penting untuk dipahami setiap orang sebagai pelaku usaha agar mampu menetapkan target minimum penjualan per hari atau per bulan. Untuk bisa menentukan target yang tepat, yang terpenting harus mengetahui terlebih dahulu jumlah penjualan yang harus dicapai untuk berhasil mencapai titik balik modal. Dalam proses menjalankan usaha, ada biaya yang disebut dengan biaya operasional. Biaya operasional tersebut masih bisa dibagi ke dalam dua macam biaya, yaitu biaya tetap dan tidak tetap atau biaya variabel. Biaya tetap adalah biaya yang selalu dikeluarkan entah produk Anda laku atau belum. Biaya ini termasuk untuk sewa tempat, renovasi bangunan, atau membeli perlengkapan dan sebagainya. Biaya variabel adalah biaya yang dikeluarkan di saat tertentu, misalnya di saat ada orderan. Semakin banyak order, maka biayanya juga ikut meningkat. Saat biaya operasional Anda berada di titik impas atau sama banyaknya dengan besarnya pendapatan yang Anda dapatkan, maka kondisi itulah yang disebut dengan BEP.

Istilah balik modal sering dianggap sama dengan istilah Break Even Point (BEP). Istilah ini dipakai untuk melihat seberapa optimal performa sebuah usaha. Secara umum, balik modal juga bisa mengukur besarnya potensi bisnis yang mulai dijalankan karena semakin cepat balik modal, maka semakin besar keuntungan yang didapat. Semakin cepat sebuah usaha mencapai BEP, maka semakin baik potensi usaha itu untuk berkembang.

Balik Modal

Ketika Anda membuka usaha di bidang apapun, tentunyaa Anda akan menyediakan modal.  Modal inilah yang sejumlah uang yang dikeluarkan dan diperhitungkan untuk bisa ‘kembali’ pada waktu tertentu. Balik modal berarti keuntungan untuk pemasukan usaha Anda. Seluruh modal yang telah Anda keluarkan hingga akhir dapat kembali. Dalam istilah keuangan, ini disebut dengan Return On Investment (ROI).

Break Even Point (BEP)

Sementara itu, BEP dalam ilmu Ekonomi, BEP diartikan sebagai Titik Impas yaitu sebuah titik di mana biaya atau pengeluaran seimbang jika dibanding dengan pendapatan. BEP ini penting untuk dipahami setiap orang sebagai pelaku usaha agar mampu menetapkan target minimum penjualan per hari atau per bulan.

Untuk bisa menentukan target yang tepat, yang terpenting harus mengetahui terlebih dahulu jumlah penjualan yang harus dicapai untuk berhasil mencapai titik balik modal.

Dalam proses menjalankan usaha, ada biaya yang disebut dengan biaya operasional. Biaya operasional tersebut masih bisa dibagi ke dalam dua macam biaya, yaitu biaya tetap dan tidak tetap atau biaya variabel. Biaya tetap adalah biaya yang selalu dikeluarkan entah produk Anda laku atau belum. Biaya ini termasuk untuk sewa tempat, renovasi bangunan, atau membeli perlengkapan dan sebagainya.

Biaya variabel adalah biaya yang dikeluarkan di saat tertentu, misalnya di saat ada orderan. Semakin banyak order, maka biayanya juga ikut meningkat. Saat biaya operasional Anda berada di titik impas atau sama banyaknya dengan besarnya pendapatan yang Anda dapatkan, maka kondisi itulah yang disebut dengan BEP.

Pencarian Terbaru: