Sistem Bisnis yang berjalan Autopilot, Bisakah Diterapkan di Saat Krisis

 

Sistem bisnis autopilot atau dalam istilah sederhananya bisa jalan sendiri tanpa selalu bergantung pada pemimpinnya, menjadi sebuah tren yang berkembang di berbagai bidang usaha. Tapi, ternyata bisnis autopilot tidak selalu bisa diterapkan di segala situasi. Kali ini kita menyoroti saat sebuah bisnis mengalami keadaan krisis.

Sebagaimana setiap orang yang pernah mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya, begitu juga perjalanan bisnis. Mengalami masa sulit memang bukan hal yang menyenangkan. Tapi, itu justru bisa menjadi titik balik menuju kondisi bisnis yang lebih stabil.

 

Bisnis Autopilot di Saat Krisis

Analogi kita mudah saja. Bayangkanlah keadaan di ruang kokpit pesawat yang memberikan informasi mencurigakan. Tentunya pilot harus segera mengambil keputusan tepat dan cepat. Risikonya adalah seluruh penumpang.

Hal itu bisa diibaratkan sebagai pemimpin bisnis, kehadiran pemimpin selalu dibutuhkan, entah saat di lapangan atau di kantor pusat. Jadi, pastikan kondisi perusahaan menjadi normal kembali, baru terapkan sistem bisnis autopilot. Ketika terjadi sesuatu yang di luar rencana, maka peran sang ‘pilot’ sangat dibutuhkan agar mampu melewati gelombang krisis dengan selamat.

 

Berani Mengambil Risiko

Risiko ada di mana-mana. Saat memilih tindakan yang tidak berisiko pun, mengandung risiko yaitu keadaan yang tidak kunjung  berkembang. Menjalankan bisnis autopilot di saat krisis adalah pilihan sikap setiap pengusaha dan setiap pilihan mengandung konsekuensi.

Tapi, mental wirausaha yang sudah melekat mungkin saja mendorong setiap pribadi untuk melancarkan strategi yang lebih berani. Bagaimanapun, sikap berani mengambil risiko di setiap langkah yang diambil bisa menjadi modal penting. Tak lain adalah demi membentuk keberanian itu sendiri.

 

Kreativitas dan Pengalaman

Di dalam situasi krisis, pebisnis juga bisa implementasikan strategi kreatif yang dalam hal ini bukan asal ide baru. Kreativitas untuk menghadapi krisis bisa berupa gabungan antara ide baru dan pengalaman. Mengapa pengalaman itu penting? Karena ide besar pun tidak bisa tidak terjamin hanya mengandalkan kreativitas. Ide yang applicable sebaiknya menjadi penyeimbang kreativitas.

 

Memperhatikan Produktivitas

Sebagai nilai tambah untuk perusahaan, semakin tinggi produktivitas, semakin tinggi pula nilai tambah perusahaan tersebut. Produktivitas bukan hanya asal membuat produk sebanyak-banyaknya. Produktivitas terkait dengan efektivitas dan efisiensi. Ingat selalu bahwa tetap ada peluang di setiap krisis maupun masa-masa sulit.