Ingin Tahu Cara Membuat Iklan yang Membuat Orang Terbawa Perasaan

 

Strategi marketing produk dengan berbagai bentuk iklan rasanya sehari-hari banyak berseliweran di depan mata. Apakah Anda senang melihat iklan? Jujur saja, kebanyakan dari kita tidak suka iklan yang memang tujuannya menjual sesuatu. Tapi berbeda dengan melihat cerita. Itulah yang menjadi ‘formula’ pada iklan-iklan dari Thailand.

 

Iklan-iklan yang Menyentuh Perasaan

Ada sebuah iklan dari salah satu produk asuransi yang mana seorang laki-laki rela memberikan banyak uang untuk pemulung, sehingga anak si pemulung itu bisa sekolah, iklan CCTV yang mengangkat cerita seorang gelandangan yang diusir pemilik toko, dan ternyata selama ini menjadi pelindung toko, atau iklan shampo dengan konsep seorang tuna rungu ingin bisa main biola dan mengikuti kontes musik.

Masih banyak lagi iklan-iklan dramatis dan menyentuh hati dari negeri Gajah Putih itu. Beberapa iklan Thailand bahkan menjadi viral di jejaring sosial karena di dalamnya menyuguhkan adegan-adegan mengharukan.

 

Iklan dengan Jenis story telling Lebih Disukai

Jadi, mengapa iklan dari Thailand itu sampai membuat kita terharu bahkan sedih? Para pembuat iklan pun tahu bagaimana cara bersimpati untuk orang yang kurang beruntung. Formula ini jelas sangat ampuh di Thailand. Sejumlah agensi iklan menyebutkan bahwa iklan dengan tipe seperti itu lebih banyak mendatangkan pemasukan karena orang Thailand umumnya menyukai iklan dengan jenis story telling. Seperti sebuah film pendek, orang-orang menyukai cerita yang bisa membuat mereka terbawa perasaan dengan tema-tema universal yang bisa menyentuh ke seluruh lapisan masyarakat.

 

Memberikan Value Baru

Promosi untuk produk apapun sebaiknya melalui pendekatan yang baik, dengan membuat iklan yang mengedukasi audiensnya dan bisa dibuat sedemikian rupa untuk memberikan wawasan baru. Meskipun tidak bertemu langsung dan saling bertegur sapa, pemilik bisnis juga memiliki semacam ikatan dengan konsumennya.

Karena aktivitas jual beli tak lain adalah tukar menukar manfaat, maka apa yang Anda jual harus memberikan value yang bermanfaat. Jadi, antara penjual dan pembeli bukan hanya hubungan transaksional sesaat. Melalui iklan dengan pendekatan yang lebih baik, Anda memberikan value baru.