Apakah Comfort Zone Itu Benar-benar Kurang Baik untuk Karir Anda

 

Selama ini kita mungkin sering mendapat nasihat (atau bahkan menasihati orang) terkait zona nyaman (comfort zone) mereka. Ternyata ada hal yang tidak banyak dilihat orang. Artikel ini disadur dari tulisan Wisudho Harsanto di situsweb LinkedIn.

“Awas! Asyik di comfort zone bahaya untuk karirmu. Keluarlah dari situ.” Pernahkah mendengan ‘nasihat jamak’ seperti ini? Menyuruh keluar, tapi tanpa arahan jelas. Tafsir follow up-nya pun beragam. Apakah harus pindah perusahaan, pindah bagian, atau pindah profesi? Ada yang bertanya, apa yang salah dengan comfort zone?

Bagaimana kalau tidak usah keluar dari comfort zone? Jadikan posisi Anda sekarang discomfort zone saja. Bagaimana maksudnya? Stretch your comfort zone. Perluas zona nyaman Anda. Zona yang diperluas atau diperdalam, dari waktu ke waktu akan memunculkan efek yang sama dengan ‘keluar zona nyaman’ yang dipahami orang.

Misalnya begini, dulu memimpin 10 orang, sekarang 100, lalu besok 1000. Bukankah urusannya memimpin juga? Atau begini contoh lainnya.  Dulu bermain bola, sekarang melatih, besok punya Sekolah Sepak Bola. Intinya perluasan dan pendalaman. Tidak masalah untuk berada di profesi yang comfort, tapi dibuat discomfort dari waktu ke waktu sedemikian rupa.

 

Perluas Lingkar Pengaruh

Setiap posisi atau pekerjaan punya comfort zone, apalagi kalau itu memang passionnya. Yang terpenting, coba perluas lingkar pengaruh. Kita buat analogi seperti karet gelang. Saat tidak ada tarikan sampai menegang, ukuran lingkar karet tetap kecil. Itulah lingkar pengaruh kita. Lalu perbesar lingkarnya, tarik, stretching.

Ada tegangan, tension, dan tekanan (pressure). Bergeraklah menuju ke comfort zone di level berikutnya, perbesar impact. Lebih baik menekan diri sendiri, daripada ditekan orang lain.

 

Comfort Zone di Era Digital

Waspadalah, era digital menggilas banyak job. Jika job kita digantikan mesin, cobalah berpikir. Tidak asal besar, tapi adaptif. Seperti dinosaurus yang besar ukurannya, tapi sudah punah. Jadi, yang penting adalah bagaimana menjadi adaptif, perluas, perdalam, upgrade, transformasikan comfort zone Anda.