Sepele Tapi Fatal, Inilah Daftar Kesalahan yang Sering Dilakukan oleh Para Sales Direct Selling

Pernahkah Anda menemui keadaan di mana ada seseorang datang menawarkan sesuatu dengan cara yang kurang menyenangkan sehingga Anda jadi ingin menghindar segera? Seperti prinsip dasarnya, hampir setiap orang tidak suka ‘disuruh-suruh’ atau ‘dijuali’. Kali ini kita akan bahas tentang kesalahan yang sering dilakukan di saat direct selling.

Direct selling adalah metode penjualan yang langsung bertemu dengan calon konsumen. Contoh direct selling misalnya aktivitas sales peralatan elektronik, kosmetik, produk kesehatan, asuransi, layanan telekomunikasi, dsb. Apa saja kesalahan yang sering dilakukan saat direct selling?

Belum Menjadi Pendengar yang Baik

Bisa dikatakan, checklist pertama seorang penjual adalah menjadi pendengar yang baik. Mendengar dalam hal ini bisa diartikan secara langsung maupun kiasan. Tujuannya adalah agar bisa memberi apa yang dibutuhkan calon konsumen. Salah satu kesalahan yang dilakukan para sales adalah menawarkan hal yang bukan kebutuhan mereka.

Cenderung Tergesa-gesa

Dorongan untuk mendapatkan bonus atau komisi dari perusahaan membuatnya kadang lepas kendali. Cenderung menuntut prospek untuk mengambil keputusan saat itu juga. Apalagi kalau profesi itu adalah satu satunya yang menjadi sumber penghasilannya. Inilah pentingnya memiliki ilmu dan persiapan untuk menjalankan profesi ini.

Salah Memilih Prospek

Tak jarang sales akan memfokuskan perhatiannya ke prospek yang mudah ditemui, meskipun kurang potensial untuk membeli. Sebaliknya, orang yang potensial untuk membeli sulit ditemui. Jangan terpaku pada yang menyulitkan, tapi segeralah mencari prospek yang tepat sasaran. Tentu akan masuk akal jika usaha Anda sebanding dengan keberhasilan menemukan  yang tepat.

Menunda-nunda untuk Follow Up

Apa yang terjadi kemudian jika sudah membuat appointment tapi tidak segera dilakukan tindak lanjut (follow up)?  Coba bayangkan Anda sebagai customer, bagaimana reaksi Anda? Saat seorang sales tidak merespon kebutuhan calon customer dengan sungguh-sungguh, sangat mungkin kalau prospek jadi hilang respek.

Mudah Menyerah

Ini adalah urusan mentalitas yang berlaku di manapun, bukan hanya saat menjalani pekerjaan menjual. Coba amati sejarah orang-orang hebat di bidangnya. Mereka adalah orang yang memiliki tekad yang kuat untuk berhasil. Sama sekali tidak ada sifat mudah menyerah pada diri mereka.