Bagaimana Orang Lain Melihat Kita dan Ingin Jadi Apa Kita Setelah Ini

 

Perilaku seseorang ditentukan oleh sesuatu yang tidak terlihat di dalam dirinya. Di sana ada skill, ada belief, ada value, ada identitas. Identitas adalah tentang siapa kita saat ini yang terbentuk dalam waktu yang lama. Seberapa besar pengaruh identitas ini ke dalam hidup?

Identitas menentukan keputusan yang diambil. Keputusan-keputusan menjadi sikap dan kebiasaan. Kebiasaan ini bisa mempengaruhi hasil yang diperoleh. Identitas apa yang terbentuk setelah melewati fase hidup di masa lalu? Ketika masa anak-anak, masa remaja, menjelang dewasa, dan seterusnya. Bahkan, identitas kita terbentuk sejak masih di dalam rahim ibu.

 

Bagaimana Orang Lain Melihat Kita

Jika bicara identitas, khususnya bagaimana orang lain melihat kita, maka kita tidak terlepas dari personal branding. Tom Peters, ahli personal branding, menjelaskan bahwa branding untuk diri sendiri tidak terkait dengan usia, posisi di kantor, atau bisnis yang dijalankan. Sebab setiap diri seseorang mencerminkan sebuah brand. Istilah personal branding sendiri dalam pengertian sederhananya ialah sebuah cara untuk memperkenalkan siapa diri kita kepada orang lain.

 

Identitas dan Keyakinan Diri tentang Kesuksesan

Sukses adalah adalah hak setiap individu. Sukses adalah sebuah perjalanan. Perjalanan sesuai dengan peta kerja yang telah direncanakan dengan penuh kesadaran. Boleh saja orang lain melihat identitas kita sebagai orang yang bertalenta dalam suatu hal. Khususnya saat berproses mengusahakan sesuatu.

Ingin jadi apa kita setelah ini? Bagaimanapun, hasil yang diperoleh dipengaruhi oleh seberapa kuat kita berjuang. Pertanyaannya mengapa ada yang kuat dalam berjuang dan ada yang biasa saja? Jawabannya adalah karena impian tiap orang berbeda.

Mengapa orang berani bermimpi besar di saat yang lain menginginkan hal sepele. Ini karena faktor iman / keyakinan. Semakin kuat keyakinannya dengan kekuatan besar yang mengendalikan hidupnya, semakin berani ia memperjuangkan impiannya.  Keyakinan ini tidak selalu tentang agama tertentu, tapi bagaimana menata pandangan diri untuk bisa memiliki persepsi yang benar terhadap berbagai hal yang dihadapi.