Mengenal Lebih Jauh tentang Industri Kreatif yang Bisa Bersaing Secara Global

 

Ada berbagai upaya masyarakat yang profesinya adalah pengusaha saat itu, di mana mereka mencoba menyelamatkan perekonomiannya dengan cara mengembangkan usaha ke bidang-bidang kreatif.

Bidang usaha yang meliputi ekonomi kreatif adalah: kuliner, fashion, kerajinan, film, desain grafis, desain interior, arsitektur, animasi, game, software, dan beberapa bidang lainnya. Jika menilik sejarah perkembangannya, industri kreatif di Indonesia sudah ada sejak lama yaitu sekitar tahun 1998.

 

Peran Penting Industri Kreatif

Pada tahun 2013, kontribusi industri kreatif terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) mencapai Rp 578 triliun dengan rincian: fashion Rp 164 triliun, kerajinan Rp 84 triliun, desain Rp 22 triliun, arsitek Rp 11,5 triliun.

Data pada 2013, tercatat 11,8 juta orang terserap dalam lapangan kerja industri kreatif dan di antaranya mencakup 3,1 juta orang dalam industri kerajinan, 3,8 juta orang terserap dalam industri fashion, 167.000 orang dalam industri desain, 43.000 orang dalam industri arsitek (medanbisnisdaily.com).

Kontribusi ekonomi yang sangat signifikan menjadi alasan industri kreatif menjadi bahasan menarik di pemerintahan. Lalu bagaimana agar industri kreatif lokal dapat bersaing secara global?

 

Fokus pada Pelaku Industri Kreatif Lokal

Di beberapa kota besar seperti Bandung, Jakarta, Jogja, Bali, dan beberapa kota lain, banyak anak muda yang menjual kemampuan kreativitasnya. Setiap kota ditargetkan untuk dapat mendorong industri kreatifnya. Selayaknya setiap kota aktif melakukan strategi pembinaan dan pengelolaan UMKM hingga bisa bersaing global.

Harapannya adalah agar UMKM lokal dapat berkembang, menjadi tren di tingkat nasional, dan menjadi peluang masa depan perekonomian. Industri kreatif bisa mengalami pertumbuhan yang cukup bagus apabila memiliki SDM yang cukup dan kompeten.

 

Industri Kreatif yang Selaras dengan Budaya Lokal

Arah pengembangan industri kreatif lokal agar dapat bersaing secara global lebih dikembangkan dengan basis budaya lokal. Budaya harus menjadi basis pengembangan industri kreatif lokal.

Mengapa budaya? Budaya setiap daerah di Indonesia ini perlu dihargai, diangkat, dan diwujudnyatakan ke dalam aktivitas industri kreatif. Industri kreatif yang dimunculkan adalah yang selaras dengan potensi sumber daya yang tersedia di daerah setempat.