Saat Semua Orang Ingin Dimengerti, Bagaimana Caranya Jadi Pendengar yang Baik

Ketika kita sedang berbicara dengan seseorang yang menjadi teman bicara, mungkin saja kita lebih perhatian pada gaya rambut barunya, lipatan kemejanya, kacamatanya, atau malah mengamati kecenderungannya memilih kata-kata seperti, “Eh.”, “mungkin”, “apa ya?”, dan lain-lain. Padahal yang seperti itu bukankah justru membuatnya tidak nyaman?

 

Dengarkan Saja

Jika teman bicara Anda bercerita tentang pengalamannya, dengarkanlah. Lalu sampaikan respon apa yang Anda pikirkan. Ekspresikan perasaan Anda. Selama tidak mengganggu waktu penting Anda, biarkanlah ia untuk mengungkapkan ide-idenya. Siapa tahu dari ungkapan rekan diskusi itu, kita dapat ide dan masukan yang bisa bermanfaat.

Kalaupun Anda merasa isi pembicaraannya tidak cukup berkualitas, maka tetaplah jadi pendengar yang baik. Apapun yang dia katakan, mendengarkannya adalah hal yang baik baginya. Anda memang tidak harus selalu sepakat dengan semua pendapatnya, tapi cobalah untuk tidak menyela ketika dia berbicara. Tidak berarti harus mengikuti semua kata-katanya. Dengarkan saja apa yang dia katakan, dan dia akan merasa Anda memang peduli padanya.

 

Membuka Jalan Terciptanya Koneksi

Ketika Anda mulai mendengarkan orang bicara, itu artinya Anda sedang ‘membuka jalan’ untuk terciptanya suatu koneksi. Fokuslah pada apa yang dibicarakan, bukan malah ‘mengevaluasinya’ secara diam-diam. Apalagi untuk pembicaraan dengan pasangan.

Jauhkan hal-hal yang mengganggu itu dan kembalikan perhatian Anda ke dalam percakapan yang sedang mengalir. Tidak lupa, tunjukkan perhatian dan empati dengan tulus. Usahakan untuk tidak sekadar mengangguk atau menjawab dengan kalimat singkat.

 

Ketika Semua Orang Ingin Dimengerti

Berkaitan dengan ego yang tinggi, sebagian orang bukanlah tipikal pendengar yang baik. Orang tertentu ingin lebih didengarkan dibanding mendengarkan. Tapi, pola percakapan yang kurang baik seperti itu tentu saja dapat diperbaiki. Kemungkinan besar mereka sudah tahu apa yang perlu dilakukan. Mereka hanya perlu tahu ada orang yang mengetahui kisah mereka dan bersedia menerima mereka apa adanya. Pada intinya semua orang ingin dimengerti.

Tahukan Anda bahwa setiap pasangan menikah mengharapkan hubungan harmonis, tetapi belum mengenali diri maupun pasangannya? Lalu bagaimana mengelola hubungan agar bisa bersinergi dengan pasangan untuk mencapai target dalam hidup? Ikuti Seminar Align Couple for Business pada tanggal 18 September 2018 di Novotel, Solo. Info lebih lanjut hubungi 08112652244.