Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan Seorang Atasan yang Lebih Muda?

 

Ketika suatu keadaan mengharuskan bekerjasama dalam tim, tidak jarang soal perbedaan usia dalam tim tersebut memberikan kesan tersendiri. Pola pikir yang berbeda membuat masing-masing harus menyesuaikan diri. Golongan tua dan muda memiliki karakteristik masing-masing, dan akan tampak mencolok saat mereka bekerjasama.

 

Bagaimana Kalau Sosok yang Lebih Muda Menjadi Atasan?

Ada saatnya yang lebih tua meragukan kemampuan orang yang lebih muda ketika mereka mengurus pekerjaan yang sama. Alasannya adalah karena mereka merasa lebih mampu karena lebih banyak pengalamannya. Karena itu, yang lebih muda pun mungkin akan jadi canggung saat harus memimpin orang yang lebih tua. Kenyataannya, menurut Survey Kepemimpinan TimesJobs 2015, tidak semua orang nyaman bekerja untuk seseorang yang lebih muda.

 

Pengalaman Manajerial yang Masih Minim

Tentang pengalaman manajerial, barangkali memang anak muda belum sebanyak orang-orang yang lebih tua. Pengalaman terkait urusan manajerial bisa terasah seiring dengan jam terbang. Tidak sedikit generasi yang lebih tua memandang generasi muda belum memiliki pengalaman manajerial dan hal itu bisa berdampak negatif pada kultur perusahaan.

 

Para Pembelajar yang Cepat

Meskipun kemampuan manajerial belum matang, soal kecepatan dalam belajar tampaknya menjadi kelebihan yang dimiliki generasi muda. Dengan teknologi, maka kecepatan mereka dalam mempelajari kemampuan baru seringkali mengungguli generasi pendahulunya. Itulah mengapa saat mereka yang masih muda menjadi atasan di lingkungan kerjanya, sebenarnya tidak perlu selalu diragukan.

 

Cara berkomunikasi yang berbeda

Tren yang berkembang dari tahun ke tahun, manajer yang lebih tua akan cenderung memilih komunikasi langsung alias bertemu muka, sementara manajer yang lebih muda akan lebih memilih format komunikasi digital. Agar bisa satu frekuensi, yang tua dan yang muda sebaiknya saling mendengarkan. Kemudian sediakan waktu untuk memahami bahwa ada banyak hal yang bisa saling mempelajari antar generasi

 

Lalu Bagaimana Solusinya?

Saat memimpin yang notabene lebih berpengalaman, kecanggungan selalu ada, bahkan setiap saat yang tak terduga, apalagi jika perbedaan usianya sangat jauh. Bicarakan situasi itu secara terbuka dan hindari terpaku dalam pola pikir lama yang belum menerima perubahan. Yang jelas, sebisa mungkin jangan biarkan kecemasan subjektif faktor usia mengurangi produktivitas, demi kerja sama yang lebih baik.