Konsumen Sering Dibohongi oleh Penjual, Tapi Mungkinkah Berlaku Sebaliknya

 

Karena didorong oleh beberapa macam hal, seperti target penjualan, kompetisi, atau kebutuhan pribadi, para pedagang bisa menempuh berbagai cara agar usahanya berhasil. Cara-cara baru memang bebas ditempuh. Namun tetap ada etika yang perlu diperhatikan saat berbisnis, contohnya soal kejujuran.

Mengapa ada penjual yang berbohong? Sebagian memang tidak mengerti, tapi ada juga yang sengaja mengelabuhi. Prinspinya adalah yang penting closing.

Yang lazim terjadi di toko online adalah menampilkan produk yang tidak sesuai dengan kenyataan. Di foto jauh lebih bagus dan lebih menarik dibanding aslinya. Terlihat simpel tapi fatal.

 

Bagaimana dengan Sebaliknya?

Yang sering dituding melakukan tindakan tidak jujur adalah penjual, tapi mungkinkah berlaku sebaliknya? Mungkin, tapi bentuknya lain. Memang ada konsumen yang pintar tanya-tanya, biasanya tidak bermaksud membeli dan hanya iseng. Mungkin saja mereka kompetitor yang berpura-pura jadi konsumen. Maksud mereka hanya membandingkan service yang Anda berikan. Lebih baik mana dengan yang mereka lakukan.

 

Lalu Bagaimana Solusinya?

Secara lebih spesifik, kita akan mempelajari tentang cara mendeteksi kebohongan. Lalu bagaimana cara mengetahui seseorang berbohong? Ini bisa dilakukan untuk sebuah transaksi langsung (bukan online). Semuanya bisa bisa dilihat dari mata. Mata adalah jendela jiwa, dan mampu mendeteksi apakah mereka berkata bohong atau jujur.

Melihat lirikan mata seseorang saat berbicara bisa menjadi indikasi apa yang mereka pikirkan. Jika Anda bertanya kepada seseorang dan mereka melihat ke kanan, artinya mereka mengakses otak kreatif mereka, yang menunjukkan konstruksi visual. Artinya, kemungkinan mereka berbohong. Sedangkan mata yang melihat ke kiri menunjukkan mereka sedang mengakses memori visual dan kemungkinan akan mengatakan yang sebenarnya.

 

Menghadapi Konsumen Online yang Mungkin Bohong dan PHP

Beberapa calon konsumen memesan terlebih dahulu, biasa disebut booking atau keep barang. Apakah barang pesanan itu semua pasti dibayar? Belum tentu. Lalu apa yang harus dilakukan supaya barang pesanan tidak menggantung tanpa kejelasan nasib?

Buatlah peraturan yang dicantumkan ke dalam rincian order.  Beri batas pembayaran, misal: maksimal 1 x 24 jam. Tidak ada konfirmasi dalam 24 jam? Transaksi dianggap batal atau untuk produk tertentu maksimal 12 jam. Jika melewati batas, maka diberikan ke konsumen lain.