Masih Banyak Stok Dagangan yang Belum Laku? Coba Benahi Dulu Hal-hal Ini

 

Saat Anda menawarkan sesuatu ke orang lain, kemungkinan yang terjadi adalah diterima atau ditolak. Begitu juga saat menjual suatu produk ke target konsumen, entah barang atau jasa. Kemungkinannya mereka akan membeli atau tidak. Kalau mau beli, artinya Anda berhasil.

Urusan selanjutnya adalah tinggal bagaimana mereka repeat order. Nah, kalau tidak bagaimana? Memang ini adalah bagian dari risiko dalam berbisnis.

Terlepas dari bagaimana strategi pemasarannya, stok dagangan yang belum laku itu pasti ada. Berapa jumlahnya, nanti dulu. Pertanyaannya adalah: terobosan apa yang bisa dilakukan agar produk yang sebelumnya tidak laku itu bisa menghasilkan pemasukan? Kita tahu bahwa semua orang ingin menjual dengan cepat. Jika masih banyak stok dagangan yang belum laku, coba benahi dulu hal-hal ini.

 

Pahami Aturan Pertama

Apa yang menjadi ‘aturan pertama’? Anda perlu tahu mengenai barang-barang apa saja yang menyumbangkan sebagian besar omset. Setelah memahaminya, hal itu bisa jadi dasar untuk mengatur stok barang dagangan. Mengatur persediaan (stock) barang memang susah susah gampang. Kadang juga ada penjual yang kehabisan stok barang paling laris penyumbang sebagian besar omset, katakanlah 80% dari omset sehari-hari.

 

Stok Harus Minimal

Selanjutnya, sesuaikan jumlah minimal dengan kecepatan penjualan barang, dan juga waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan stok barang ke jumlah minimum. Tetapkan jumlah minimum stok barang yang harus selalu ada di gudang, jadi saat jumlah barang sudah ada dibawah atau mendekati stok minimal, kamu bisa langsung memesan lagi. Usahakan stok harus minimal karena stok adalah uang mati yang harus diputar kembali.

 

Mengubah Display

Jika sudah mengetahui ‘apa’ dan ‘berapa’ yang harus dijual segera, artinya sebagai penjual, Anda sudah melakukan suatu strategi yang mengarah ke keberhasilan. Lalu bagaimana dengan produk yang belum laku? Coba ubah display atau susunan barang yang dipajang di depan publik. Ini bisa berlaku untuk jualan offline maupun online.

Ketahuilah bahwa secara psikologis, pengunjung akan cenderung terkesan dengan apa yang mereka lihat pertama kali. Jadi, cobalah mengubah display untuk produk yang belum laku. Jangan lupa untuk memperbarui iklannya juga.

Ingin lebih berhasil dalam strategi marketing? Ikuti Seminar Bisnis “Marketing Transformation” di Novotel Solo pada tanggal 18 Juli 2018. Info lebih lanjut hubungi 08112652244.