Dalam Membangun Start Up, Mengapa Ide Bagus Saja Tidak Cukup

 

Apakah Anda sepakat dengan pendapat ini: bahwa ide itu mahal harganya. Barangkali ada benarnya kata orang, ada ide yang sangat bagus, tapi ternyata hanya ‘mimpi’. Kali ini kita berbicara tentang usaha rintisan (start up).

Coba lihat saja perkembangan start up saat ini. Banyak di antaranya start up yang dibangun dengan ide besar. Masalah yang ingin diselesaikan adalah persoalan besar dan krusial, katakanlah memperbaiki perekonomian rakyat,  masalah kekurangan bahan pangan, masalah tenaga kerja, dan lain-lain.

Tapi kadang cara menyelesaikan masalahnya justru dengan masalah baru. Mengapa bisa seperti itu? Hal itu bisa terjadi karena si pencetus ide terlalu banyak berasumsi. Yang dianggap masalah ternyata bukan masalah berarti, sehingga ide bagus saja tidak cukup untuk menyelesaikan.

 

Didukung dengan Presentasi yang Bagus Pula

selain berangkat dari sebuah masalah yang nyata yang benar-benar dihadapi dalam keseharian kita, ada yang tidak kalah penting. Perlu diingat bahwa produk yang bagus harus didukung dengan presentasi yang bagus pula. Itu penting untuk menyakinkan klien. Soal tampilan pilihan kata yang dipakai pun harus memberi kesan yang baik.

 

Ide Tidak Harus Selalu Baru

Yang baru belum tentu lebih baik dari yang lama. Semua tergantung eksekusinya. Boleh saja sesuatu sudah pernah dilakukan orang. Tapi selalu ada cara baru untuk melakukannya. Ada saran-saran baru yang bisa didengarkan. Ada orang-orang dengan pengalaman berbeda-beda yang akhirnya bisa memberi warna baru untuk merealisasikan ide start up yang solutif.

 

Semakin Banyak Anda Melakukan Riset

langkah selanjutnya adalah mencoba meyakinkan diri sendiri bahwa ide Anda agak berbeda dari yang lain. Mungkin ide Anda lebih baik dalam beberapa cara karena beberapa fitur tambahan yang baru saja Anda dapatkan dengan cepat. Tentu saja, semakin banyak Anda melakukan riset, semakin Anda melihat betapa miripnya ide Anda dengan ide yang sudah ada di pasar.

Dengan demikian, pikiran Anda menjadi lebih terbuka untuk apa yang mungkin terjadi dan apa yang benar-benar dapat Anda capai dalam usaha membangun start up. Ini juga membantu Anda mengklarifikasi apa yang seharusnya menjadi tujuan Anda daripada mencoba menghasilkan hal besar berikutnya yang belum pernah dilakukan.