Anda Termasuk Orang yang Banyak Berpikir Overthinking

 

Setiap orang tentu akan menemui keadaan yang membuatnya berpikir karena memang akal yang diberikan oleh Tuhan selayaknya digunakan untuk berpikir. Tapi bagaimana kalau terjebak dalam pemikiran yang berlebih alias overthinking?

Entah itu berkaitan dengan masalah pekerjaan, hubungan dengan orang lain, keadaan ekonomi, hingga kesehatan fisik. Si overthinker, umumnya merasa khawatir pada suatu hal yang belum terjadi. Padahal setelah berhasil dilalui, masalah-masalah yang dikhawatirkannya tersebut tidak seburuk yang dibayangkan.

 

Overthinking Berisiko pada Kesehatan

Banyak orang yang tidak menyadari pikirannya yang berlebihan sampai ia jatuh sakit. Sakitnya itu bermacam-macam, mulai dari sakit kepala, sakit perut, stress, sampai pada kecemasan (anxiety), depresi, dan analysis paralysis, yaitu akibat yang terjadi ketika seseorang memikirkan sesuatu berulang-ulang. Dampak negatif itu pada akhirnya juga akan berpengaruh pada produktivitas.

Mungkin Anda sudah pernah mendengar istilah ini, ‘overthinking kill your happiness’? Ya, kalimat tersebut ada benarnya juga karena kebahagiaan seseorang bisa berkurang dan selanjutnya bisa hilang karena terlalu banyak pikiran. Tidak hanya berpengaruh ke aspek psikologis, sikap overtihinking juga bisa memberi dampak pada kesehatan. Tentu saja overthinking bisa menjadi sumber stress.

 

Hat-hati dengan Stres

Stres merupakan salah satu gangguan psikologis, sedangkan antara stres dan kesehatan fisik saling memengaruhi. Stres bisa menyebabkan menurunnya kondisi fisik, sebaliknya penurunan kondisi fisik pun bisa menyebabkan stres. Sumber-sumber stres tersebut diklasifikasikan sebagai berikut: Dari dalam diri seseorang, Dari dalam keluarga, Dari dalam komunitas dan lingkungan.

 

Kurangi Overthinking, Menikmati Pekerjaan

Hampir semua orang di dalam kehidupan mereka mengalami stres sehubungan dengan pekerjaan mereka. Faktor-faktor yang dapat membuat pekerjaan itu stressful, antara lain tuntutan pekerjaan.

Tuntutan pekerjaan dapat menimbulkan stres dalam dua cara, yaitu pekerjaan terlalu banyak dan jenis pekerjaan itu sendiri sudah lebh stressful daripada jenis pekerjaan lain. Stres kerja dapat disebabkan karena lingkungan fisik yang terlalu menekan, kurangnya kontrol yang dirasakan, kurangnya hubungan interpersonal, hingga kurangnya pengakuan terhadap kemajuan kerja.

Pekerjaan-pekerjaan yang menuntut tanggung jawab bagi kehidupan. Mungkin kadang tidak mudah untuk menemukan hal yang menyenangkan dalam tugas dalam pekerjaan itu. Tapi berusahalah menemukan hal-hal sehingga kita merasa positif di manapun dan tidak lagi overthinking.