Partner Bisnis Sekaligus Jadi Partner Hidup

 

Memilih partner bisnis bisa dengan banyak cara, entah itu minta bantuan teman, rekrutmen, atau bisa juga dari keluarga sendiri, khususnya pasangan. Sama halnya membangun rumah tangga, ketika seseorang akan menjalankan bisnis tentunya ada tujuan yang spesifik. Saat partner bisnis adalah partner hidup, ada banyak keuntungan ketika sama-sama sepakat tentang satu tujuan yang akan dicapai bersama.

Akan tetapi bisnis bersama pasangan tidak selalu mudah. Perbedaan pendapat antara suami dengan istri pasti akan sering dirasakan. Adanya ketidakselarasan dalam bisnis yang dijalankan bisa berefek pada banyak lini. Terlebih soal keuangan dan pengambilan keputusan lainnya yang akan mempengaruhi keharmonisan rumah tangga.

Bagaimanapun, bisnis dan rumah tangga adalah urusan yang berbeda. Tidak masalah ketika harus mulai dari nol. Yang terpenting, untuk bisa membuat bisnis jangka panjang, miliki visi yang tersusun hingga beberapa tahun ke depan. Bagaimana partner bisnis sekaligus jadi partner hidup? Ini tipsnya agar tetap profesional?

 

Berbagi tugas dengan adil

Karena memang pasangan adalah individu yang berbeda. Beda kemampuan, beda latar belakang, dan cara kerja yang mungkin juga tidak sama. Tapi ketika sudah berkomitmen kerjasama serta mengembangkan bisnis bersama pasangan, pastikan melakukan peran masing-masing sesuai dengan visi yang sudah dibuat sejak awal. Contohnya suami fokus pada marketing dan istri merapikan segala sesuatu yang bersifat administratif. Tujuannya adalah saling melengkapi, itulah Mengapa harus berbagi tugas

 

Terbuka dengan berbagai kritik yang membangun

Dalam perjalanan menjalankan bisnis bersama pasangan, sering kali terjadi perbedaan pendapat yang berujung pada perdebatan. Tapi dari sanalah pasangan bisa belajar memahami satu sama lain. Perbedaan pendapat itu sebenarnya wajar untuk perbaikan bersama. Itulah mengapa masing-masing harus terbuka dengan kritik.

 

Tetap jaga quality time dengan anggota keluarga yang lain

Bisnis ini seharusnya bisa menjadi sarana positif untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi. Sebisa mungkin sejak awal terbiasa dengan ritme yang ada. Sambil mencoba peluang dan tantangan yang baru, pastikan untuk tidak mengorbankan quality time yang berharga, apalagi dengan anak-anak.

 

Komitmen melewati masa sulit bersama

Pada titik tertentu, antar individu bisa memahami, bahwa memberi dan menerima kritik dari pasangan dapat membuat berkembang dan menghasilkan sesuatu yang lebih berkualitas. Jangan takut dengan masa-masa sulit yang akan dilewati, karena itu justru bisa jadi bekal pengalaman tersendiri untuk menguatkan hubungan sebagai suami istri sekaligus tim dalam berbisnis.