Benarkah Semua Jenis Pekerjaan Bisa Digantikan Oleh Mesin

Seorang Thomas Alva Edison pernah mengungkapkan begini: Being busy does not always mean real work. The object of all work is production or accomplishment and to either of these ends there must be forethought, system, planning, intelligence, and honest purpose, as well as perspiration. Seeming to do is not doing.

Pengembangan Robot dan Mesin untuk Pekerjaan

Dengan berbagai kemajuan teknologi yang semakin canggih, hal yang tidak mungkin bisa sangat mungkin terjadi. Sudah bukan hal asing lagi kalau pengembangan robot sudah semakin banyak menggantikan tugas manusia. Merekrut robot sebagai pegawai menjadi tren baru di kalangan pengusaha, apalagi di negara maju. Pebisnis restoran makanan cepat saji di beberapa negara bahkan sudah mulai menggunakan robot sebagai pegawainya.

Alasan perusahaan ‘mempekerjakan’ robot adalah biaya perawatan robot dianggap lebih rendah dibandingkan membayar gaji pegawai umumnya, yakni manusia. Robot-robot yang dirakit tersebut bisa melakukan tugas-tugas seperti memindahkan barang-barang sampai menghibur manusia. Tapi tentu saja tidak semua pekerjaan bisa digantikan oleh robot, khususnya pekerjaan yang memerlukan kreativitas.

Pekerjaan-pekerjaan Ini Tidak Tergantikan oleh Robot

Robot mungkin bisa diprogram untuk melayani pembeli di restoran cepat saji. Mereka pun bisa ‘berpikir’ dan menyelesaikan suatu teori matematika. Mereka juga tidak pernah menggerutu. Tapi, tidak adanya faktor emosi robot itulah yang menyebabkan beberapa jenis pekerjaan tidak bisa dilimpahkan ke robot. Karena robot tidak memiliki imajinasi dan kreativitas, ini menyebabkan tidak ada robot yang menjadi penulis atau seniman. Sejauh ini belum ada teknologi yang memprogram sense seniman pada sebuah robot.

Perlakuan kepada Mesin Berbeda dengan Manusia

Sebagaimana jiwa seni, empati dan perasaan sensitif merupakan sesuatu yang tidak bisa diprogram, dan digantikan oleh robot. Hal itu menyebabkan tidak ada yang bisa memahami perasaan manusia atau sifat emosional lain, selain manusia itu sendiri. Maka dari itu, orang yang punya kemampuan manajerial, khususnya untuk mengurusi manusia, dan juga profesi-profesi kreatif tidak akan digantikan oleh robot.

Pekerjaan lain yang berhubungan dengan manusia seperti psikolog, pengasuh anak, dokter umum, dan posisi manajer yang membutuhkan skill kepemimpinan juga tidak bisa digantikan robot. Selain faktor ketiadaan emosi pada robot, keberadaan robot pun sebenarnya tidak akan pernah lepas dari keberadaan manusia. Bahkan robot itu sendiri adalah buatan manusia.