6 Aspek yang Perlu Diketahui tentang Pembentukan Attitude pada Diri Kita

Dalam banyak sumber informasi di Indonesia, attitude disebut sebagai ‘sikap’. Pembentukan attitude tidak secara  otomatis, tapi melalui proses. Proses itu  senantiasa berlangsung dalam interaksi manusia, dan berkaitan dengan objek tertentu. Seperti dikutip dari buku Sikap Manusia, Teori dan Pengukurannya karya Saifuddin Azwar (2010), faktor-faktor pembentuk attitude seseorang terdiri dari hal-hal berikut ini;

Pengalaman Pribadi

Pengalaman akan menjadi salah satu dasar terbentuknya sikap. Pembentukan sikap berdasarkan pengalaman ini merupakan proses kompleks dan melibatkan individu yang bersangkutan.

Pengaruh Orang Lain yang Dianggap Penting

Orang lain di sekitar kita merupakan salah satu di antara komponen yang ikut mempengaruhi sikap kita. Seseorang yang kita anggap penting akan banyak memengaruhi pembentukan sikap kita terhadap sesuatu. Adapun orang-orang yang biasanya dianggap penting bagi individu adalah orang tua, orang yang status sosialnya lebih tinggi, teman sebaya, teman dekat, guru, teman kerja, istri atau suami, dan lain-lain.

Pengaruh Kebudayaan

Kebudayaan mempunyai pengaruh besar terhadap pembentukan sikap kita terutama kebudayaan dimana kita hidup dan dibesarkan. Kebudayaan telah menanamkan garis pengarah sikap kita terhadap berbagai masalah. Kebudayaan telah mewarnai sikap anggota masyarakatnya, karena kebudayaan pulalah yang memberi corak pengalaman-pengalaman individu-individu yang menjadi anggota kelompok masyarakatnya.

Media Massa

Sebagai sarana berkomunikasi, berbagai macam media massa seperti televisi, radio, surat kabar, majalah, dan lain-lain mempunyai pengaruh besar dalam pembentukan opini dan kepercayaan orang. Sebagai tugas pokoknya dalam menyampaikan informasi, media massa membawa pesan-pesan yang berisi sugesti yang dapat mengarahkan opini seseorang. Informasi baru mengenai sesuatu hal memberikan landasan kognitif baru bagi terbentuknya sikap terhadap hal tersebut.

Lembaga Pendidikan dan Lembaga Agama

Kedua lembaga tersebut, mempunyai pengaruh dalam pembentukan sikap karena keduanya meletakkan dasar pengertian dan konsep moral dalam diri individu. Konsep moral dan ajaran agama sangat membentuk sistem kepercayaan maka tidak mengherankan kalau konsep tersebut ikut berperan dalam menentukan sikap individu terhadap sesuatu hal.

Pengaruh Faktor Emosional

Terkadang suatu bentuk sikap merupakan pernyataan yang didasari oleh emosi yang berfungsi sebagai penyaluran frustasi atau pengalihan bentuk mekanisme pertahanan ego. Sikap ini dapat merupakan sikap yang sementara dan segera berlalu begitu frustasi telah hilang. Akan tetapi dapat pula merupakan sikap yang dapat bertahan lama.

Pencarian Terbaru: