Hati-hati sebelum Posting di Media Sosial, Ini Pengaruhnya bagi Pekerjaan Anda

Coba kita amati kelakuan sebagian orang-orang pengguna media sosial dari hari ke hari. Mulai dari ngobrol dengan teman, berjualan, adu argumen, sampai menceritakan urusan pribadi alias curhat. Melihat banyaknya orang yang sering curhat di media sosial, bagaimana menurut anda?

Ketika seseorang sering mengumbar masalah pibadi di media sosial, itu akan membuat orang lain mudah mengetahui kehidupan pribadinya seperti apa. misalnya orang yang kebetulan melihat curhatan itu sekadar scroll layar gadget mereka dan tidak mengambil pusing tentu tidak ada masalah. Tapi bagaimana kalau sesuatu yang disampaikan itu mengganggu?  Bukan simpati yang didapat, tapi juga gunjingan di belakang bahwa orang ini sedang cari perhatian.

 

Aktivitas di Media Sosial menjadi Penentu Penerimaan Kerja

Meskipun kehidupan di media sosial berbeda dengan hidup bertetangga yang berinteraksi langsung, tapi bukan berarti kita bisa semaunya. Pikirkan bagaimana kira-kira reaksi orang yang melihatnya. Tanyakan pada diri: apakah isi postingan kita bermanfaat buat orang lain, atau hanya memuaskan diri sendiri?

Sudah bukan hal zamannya lagi kalau penerimaan kerja hanya ditentukan dari tes dengan media konvensional atau wawancara tatap muka. Saat ini, pihak HRD di berbagai perusahaan mulai melihat ‘jejak-jejak digital’ para pelamar kerja. Hal itu menjadi pertimbangan penting dalam perekrutan calon karyawan. Apakah aktivitas di media sosial itu efektif untuk menilai kualitas seseorang? Kalau bicara soal kualitas seseorang, memang banyak faktor yang diperlukan.

Tapi setidaknya ada hal-hal yang jadi perhatian perusahaan terhadap calon karyawannya, misalnya: bagaimana orang tersebut berinteraksi dengan temannya, apakah ia orang yang suka nyinyir, apa saja aktivitas orang tersebut selain kerja, bagaimana keterlibatannya di kelompok sosial, dan sebagainya.

 

Teknologi Tidak Bisa Disalahkan

Perkembangan teknologi internet khususnya media sosial, yang notabene buatan manusia, tentunya tidak bisa disalahkan. Yang menjadi perhatian adalah sikap orang yang menggunakannya. Pastikan kita menggunakannya untuk keperluan yang tidak merugikan satu sama lain. Bila Anda memiliki masalah dengan seseorang sebaiknya bicarakan langsung ke orang yang bersangkutan. Itu lebih santun daripada memancing konflik terbuka di media sosial yang bisa dilihat oleh siapapun.