Tentang Rasa Takut dan Bagaimana Mengendalikannya

Ketakutan memiliki dua sifat, membangun dan merusak. Setiap orang bisa memberikan pendapatnya sendiri untuk menaklukkan rasa takut. Jika Anda takut, Anda akan menemui rintangan dan rintangan yang akan menghentikan Anda mencapai tujuan. Jika Anda menyingkirkan rasa takut, apa pun itu, Anda akan membuka kemungkinan untuk hal-hal menakjubkan dalam hidup Anda.

 

Apakah Kita Boleh Memelihara Rasa Takut?

Apa yang akan terjadi jika seluruh masyarakat manusia menjadi tak kenal takut? Manusia purba saja memiliki rasa takut terbunuh oleh binatang buas; jadi apa yang mereka lakukan? Mereka menciptakan senjata karena mereka tidak mampu bertarung secara fisik. Mereka menciptakan strategi, mulai bekerja dalam tim.

Mereka memiliki rasa takut akan kekuasaan alam, jadi mereka menciptakan tempat perlindungan. Mereka memecahkan masalah karena ketakutan mereka. Ternyata ketakutan adalah unsur penting dari proses menjadi masyarakat manusia yang beradab.

 

Ketakutan yang Kita Miliki, Bagaimana Mengendalikannya?

Kita takut menghadapi kegagalan dalam hidup sehingga kita bekerja keras dan mengembangkan keterampilan untuk melakukan pekerjaan yang produktif. Kita bekerja untuk kehidupan yang stabil, bebas penyakit, dan bahagia karena kita takut akan bahaya lainnya. Ada harapan sukses karena ada rasa takut akan kegagalan.

Ingat, ini adalah hidup Anda. Satu-satunya yang bisa Anda kendalikan adalah diri Anda sendiri. Rasa takut gagal itu wajar, lebih baik mengatakan pada diri sendiri “hei, setidaknya saya mencobanya” daripada hanya bertanya-tanya apa yang sebenarnya bisa terjadi.

Jika kita menjadi orang yang tidak kenal takut, kita akan menetap di satu tempat dengan kepuasan bahkan jika kita berada dalam posisi lemah tapi tidak menyadarinya. Ketakutan pun menyimpan harapan. Harapan itu membantu kita mencapai sesuatu dalam hidup kita.

 

Tanpa Rasa Takut, Tidak Ada Kehidupan

Ketakutan adalah reaksi kita terhadap ancaman semacam itu, meskipun seharusnya tidak berlebihan bagi kita karena itu hanya tanda bahwa ada sesuatu yang salah. Ketakutan memotivasi kita untuk tidak menetap di satu tempat, untuk melakukan pekerjaan, dan karena itu menciptakan realitas kita. Ketakutan digunakan untuk belajar dari masa lalu, untuk menerapkan saat ini dan untuk menciptakan masa depan. Tanpa rasa takut, tidak ada kehidupan.