(Part 2) Anda Tidak Mau Salah Pilih Karyawan? Lakukan Cara Ini!

Diposting pada



“Anda melamar di bagian apa?”Anda bertanya, calon karyawan bercerita. Maka Anda bisa mengukur, melihat kata-kata yang keluar, mendengar intonasinya, body language-nya, dan Anda pun akan paham semuanya

 


Apa yang mesti Anda tanyakan selanjutnya kepada (calon) karyawan?

“Anda melamar di bagian apa?”Anda bertanya, calon karyawan bercerita. Maka Anda bisa mengukur, melihat kata-kata yang keluar, mendengar intonasinya, body language-nya, dan Anda pun akan paham semuanya.

Oke, misal dia bilang melamar di bagian marketing. Tanya saja “tolong jelaskan apa yang Anda pahami tentang marketing?” Ketika calon karyawan Anda tadi tidak paham sama sekali tentang marketing, apa masih mau menerima? Ketika dia tidak paham tanggung jawab yang akan diembannya, ya Anda tidak seharusnya pakai orang itu karena Anda akan keluar biaya untuk training akan kehilangan waktu, kehilangan semuanya!

Bandingkan kalau dia memahami, terlihat dari jawabannya yang masuk akal. Gunakan intuisi Anda sebagai seorang pengusaha. Dengan begitu, Anda bisa memilih karyawan dengan ‘jalur yang aman’.

 

KALAU SUDAH TERLANJUR SALAH BAGAIMANA?

“Tapi kalau sudah terlanjur salah bagaimana Coach? Sudah pakai metode, tapi salah juga.” Satu hal untuk ‘melepas dosa-dosa’ kita, train your team! Tidak murah memang. Kalau belum terlalu jauh melangkah, gunakan tools untuk memilih karyawan sesuai kapasitasnya. Beberapa tools itu adalah;

1.DISC test. Untuk menempatkan mereka pada bidangnya yang sesuai. Misal dia sudah jadi karyawan Anda, tapi begitu dites “eh kok orang ni gak cocok ya di bagian ini? Tempatkan mereka di bagian yang paling sesuai dengan dirinya.

2.Grafologi test. Seni baca tulisan tangan yang akurasinya cukup tinggi. Sebelum dia jadi tim Anda, lihat dulu psikologinya di masa lalu, sekarang, dan masa depan. Ketika dia memiliki masalah di masa lalunya, maka Anda berusaha menyelesaikan masalah di masa lalunya.

3.Test money DNA. Ini tentang ‘kekerabatan’ mereka dengan uang, melihat hoki mereka seperti apa. Ketika hokinya besar, mereka bisa bantu Anda untuk jemput rezeki yang lebih besar.

 

MEMPERTAHANKAN ATAU MENGELUARKAN

Kapan saatnya karyawan ini dipertahankan, kapan saatnya dikeluarkan? Anda tidak bisa serta merta mengeluarkan karyawan. Ajari, tegur, ajari, latih dan ukur pekerjaan mereka. Dengan cara apa mengukurnya? Lihat Jobdesc-nya dengan jelas. Buat evaluasi, semacam rapor. Beri peringatan kalau mereka kurang bagus performanya. Satu hal yang mesti diingat, proses pengeluaran, kenaikan, pangkat, dsb, semuanya berdasarkan data yang bisa dipertanggungjawabkan. Bukan karena suka atau tidak suka, sebab kita punya aturan di negeri ini. Tidak semestinya mengeluarkan karyawan begitu saja.




VIDEO (VLOG) COACH EDWIN


Jangan lewatkan menonton video dari Coach Edwin tentang Life, Spiritual dan Bisnis. Tekan tombol berikut pada video dibawah untuk memilih judul Vlog yang Anda ingin lihat.

playlist VLOG

download ebook

jadwal seminar