Di Balik Rasa Tidak Cepat Puas

Apakah Anda pernah mengalami yang seperti ini? Merasa sudah mendapatkan formula sukses, maka keinginan untuk upgrade kapasitas diri bisa jadi terasa tidak urgent. Padahal dunia di luar sana cepat sekali berubah, banyak inovasi di mana-mana. Penuh dinamika. Sampai kapan bertahan dengan sikap yang sama?

 

Tidak cepat puas dengan keadaan

Anda mungkin pernah mendapatkan suatu keberhasilan yang begitu memuaskan, sangat dihargai, dan menjadi inspirasi bagi banyak orang. Apa yang Anda rasakan saat seperti itu? Merasa senang dan bersyukur? Kemungkinan besar memang seperti itu, dan memang seharusnya begitu. Tapi bersyukur berbeda dengan merasa cepat puas. Bersyukur adalah ekspresi terima kasih kepada Tuhan yang memberi karunia berupa kesuksesan, sedangkan merasa puas adalah sikap yang bisa bermakna negatif.

 

Rasa tidak puas yang bermakna positif

Dalam keadaan tidak puas kita cenderung berusaha mengejar sesuatu yang menjadi tujuan terpenting kita. Sementara itu, ketika sudah berhasil, kemungkinan kita puas dengan keadaan itu atau ingin mencapai kepuasan lagi yang lain. Tapi kalau ternyata kepuasan itu menghambat diri untuk berkembang, di situlah kita perlu berhati hati. Usahakan untuk terus bergerak membuat perkembangan-perkembangan baru.

 

Lakukan lebih dari yang diwajibkan

Sepanjang waktu berproses sejak usia muda sampai habis jatah hidup, prinsip yang sering terdengar: Berikan value dan lakukan lebih dari yang diwajibkan. Yakini bahwa ada tujuan yang lebih tinggi dari sekadar melakukan pekerjaan rutin Anda. Bukan hanya memenuhi harapan orang lain. Dalam situasi yang cukup serius, kehidupan kita membawa kepada keadaan yang terfokus pada mengidentifikasi peluang dan menciptakan strategi. Itu dapat dijalankan untuk memaksimalkan kesempatan.

 

Upgrade kapasaitas diri dengan kekuatan fokus

Semakin banyak usaha dan energi yang Anda masukkan ke dalam suatu hal, semakin cepat Anda akan melihat hasilnya. Sebaliknya, jika Anda menggunakan jumlah energi yang sama tetapi menyebarkannya di antara banyak target, semakin lambat Anda akan melihat hasilnya. Selain fokus pada solusi, kita juga perlu memahami awal mula sesuatu yang jadi akar masalah. Tanpa tahu awal mula sesuatu, tentunya cenderung sulit melangkah ke depan untuk menemukan solusi.