Ini Alasan Mengapa Anak Muda Entrepreneur adalah Calon Menantu Idaman

 

Menjalankan profesi sebagai entrepreneur berbeda dengan profesi lain. Ada karakter tertentu yang menjadikan seorang entrepreneur memiliki nilai lebih. Konon, anak muda entrepreneur adalah calon menantu idaman.  Umumnya orangtua memiliki kriteria untuk memilih menantu. Ada yang lebih memilih calon menantu dari penilaian ketaatan agama, bagaimana pekerjaannya, hingga pertimbangan perlakuan kontak fisik kepada sang anak, kasar atau tidak, penyabar atau tidak, dan seterusnya.

 

Simbol Kemapanan

Ada salah satu profesi yang menjadi simbol kemapanan seseorang, yaitu entrepreneur atau wirausahawan. Saat ini, menjadi seorang entrepreneur menjadi impian banyak orang, khususnya bagi mereka yang masih muda. Salah satu indikatornya adalah semakin banyaknya perusahaan rintisan atau startup yang belakangan ini menjadi tren tersendiri.

 

Memiliki Rasa Tanggungjawab yang Tinggi

Seorang entrepeneur harus bertanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan dengan sepenuh hati, selalu  bertindak , memberi perhatian penuh terhadap proses dan melihat solusi dari setiap masalah, bukan menyalahkan keadaan atau anak buah betapapun sulit keadaan itu serta memiliki rasa bangga ketika mencari solusi, selalu mencari cara untuk meningkatkan kualitas perusahaan.

 

Sangat Terbuka Untuk Belajar Hal Baru

Enterpreneurs adalah pembelajar sejati, sangat terbuka dengan semua hal yang berhubungan dengan ilmu baru yaitu  penuh semangat mencari informasi, bertanya, dan membaca buku serta tidak memiliki arogansi, ego dan dibutakan dengan melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang. Seorang entrepeneur selalu menganjurkan karyawan untuk terus belajar.

 

Penuh Rasa Syukur (Grateful)

Entrepreneur adalah orang-orang yang penuh rasa syukur karena hanya orang yang menghargai pemberian akan lebih banyak diberi. Tidak hanya bersyukur menerima kebaikan, namun juga bersyukur karena mendapat pembelajaran dari kesalahan dan tidak menganggap remeh apapun. Entrepreneur sejati menyadari bahwa ‘kaya’ tidak semata-mata diukur  oleh uang dan kemewahan, ‘kekayaan’ diukur oleh kepuasan hati, kenikmatan memberi, berkontribusi dan pencapaian prestasi.

 

Memiliki Optimisme yang Tinggi

Entrepreneur  sangat optimis, tidak menjadikan kegagalan masa lalu menjadi hambatan untuk maju. Mengambil  hikmah dari kegagalan dan ciptakan momentum baru, menambah keyakinan, iman, dan pengharapan bahwa dunia akan menjadi lebih baik.