Aspek Pengembangan Diri Seperti Inilah yang Dibutuhkan Karyawan

Ketika Anda bekerja, coba tanyakan pada diri sendiri, apakah Anda punya motivasi yang spesifik dalam bekerja? Apabila tujuan Anda hanya untuk mendapatkan penghasilan di pekerjaan sekarang tanpa memiliki motivasi yang jelas, maka Anda perlu waspada terhadap diri Anda. Kenapa begitu? Karena bisa jadi Anda akan menghabiskan waktu Anda di pekerjaan sekarang tanpa berpikir untuk menjadi yang terbaik di bidang pekerjaan yang Anda geluti.

 

Mengutamakan Nilai-nilai Kehidupan

Semua orang memang tidak bisa menghindari kebutuhan akan uang, tapi kita bisa saksikan sendiri kalau tidak dikelola dengan tepat, uang bisa menjadi sumber malapetaka, dan bukan sumber daya untuk memperkaya makna hidup. Alangkah lebih bijak kalau seseorang mendahulukan nilai-nilai (values) kehidupan sebelum terlalu kuat digerakkan oleh motivasi untuk punya banyak uang.

Banyak orang tidak bisa membayangkan untuk apa uang milyaran atau triliunan dimiliki dan bagaimana jumlah sebanyak itu dibelanjakan. Seorang yang punya value, tentu akan berpikir bagaimana menyalurkan akan dipakai untuk aktivitas positif seperti apa.

Kalau pada saat berkekurangan kita mencemaskan ‘besok mau makan apa?’, maka pada waktu berkecukupan, seseorang bisa menyatakan kecemasannya dalam kalimat: ‘bagaimana kalau uang saya hilang?’ Terlepas dari kebutuhan orang untuk memenuhi rasa amannya melalui pemilikan rumah atau kendaraan pribadi untuk mendukung aktivitas sehari harinya, yang tidak kalah penting ialah merancang kualitas perbaikan kualitas hidup dan memperkuat values di dalamnya.

 

Kebutuhan Akan Aktualisasi Diri

Menurut Maslow, kebutuhan aktualisasi diri ini merupakan tingkatan kebutuhan yang paling tinggi karena melibatkan dorongan kuat dari dala diri sendiri untuk menjadi apa yang sesuai keinginannya berdasarkan kemampuannya. Kebutuhan ini dapat dilihat berupa keinginan yang terus-menerus untuk mencapai potensi.

Aktualisasi diri dalam dunia kerja dapat diwujudkan dalam bentuk tantangan pada karyawan dalam pekerjaannya, sehingga ketrampilan dan kreativitas mereka dapat meningkat. Dengan begitu, tumbuh motivasi karyawan untuk memenuhi kebutuhan akan aktualisasi diri.

Itulah macam-macam kebutuhan manusia menurut teori Maslow yang akan terus ada selama manusia hidup. Lima kebutuhan tersebut memiliki jenjang sesuai urgensunya. Ketika kebutuhan yang mendesak sudah dapat terpenuhi, maka dengan sendirinya kebutuhan-kebutuhan yang lebih tinggi akan muncul.