Hati-hati, Inilah Gangguan Kesehatan yang Rentan Dialami Generasi Milenial

 

Generasi milenial adalah orang-orang yang lahir di antara tahun 1980 dan 2000. Generasi milenial dianggap ‘pencandu kerja’ yang berorientasi pada pencapaian yang tinggi. Menghabiskan 6-13 jam di balik meja kerja setiap harinya, membuat mereka mengaku tidak memiliki waktu untuk mewujudkan gaya hidup sehat karena terlalu sibuk bekerja.

 

Milenial Rentan Gangguan Kesehatan Jiwa?

Tuntutan perusahaan yang terus meningkat, perkembangan arus informasi yang sedemikian cepat, kondisi perekonomian, bahkan faktor asupan makanan adalah beberapa faktor yang berpengaruh pada kesehatan mental para millenial. Secara bersamaan, mereka cenderung self centered dan ingin selalu menjadi pusat perhatian. Kondisi ini juga dipicu oleh perkembangan media sosial, khususnya Instagram.

 

Ketika Media Sosial Menentukan Status Sosial

Selain faktor tekanan kerja, tekanan pada generasi milenial juga dipicu oleh media sosial. Pernahkah kamu merasa iri dengan pencapaian teman-temanmu yang terlihat melalui akun media sosialnya? Ada saat di mana unggahan foto atau video mereka membuatmu merasa tertinggal beberapa langkah. Tapi, banyak yang tidak tahu seperti apa kenyataannya, mereka cenderung cepat ‘menghakimi’ orang lain.

Apa yang terjadi kemudian? Kita dengan mudah menemukan orang-orang yang menjadikan jumlah pengikut (followers) di media sosialnya sebagai ukuran status sosial. Apresiasi dari netizen dalam bentuk likes dan komen bahkan dirasa lebih berfaedah daripada apresiasi orang-orang di dunia nyata.

Apakah ini salah? Kita juga tidak bisa langsung melabeli salah atau benar pada generasi milenial yang tak terpisahkan dari media sosial. Hanya saja, seperti yang dikatakan oleh penelitian dari Internet Addiction Disorder (IAD) bahwa teknologi dan internet sama bahayanya dengan adiksi obat-obatan terlarang.

 

Apa yang Harus Dilakukan Sebagai Generasi Milenial?

Setiap generasi memiliki karakternya sendiri. Yang pasti, khusus untuk menjaga kesehatan mental, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, atau lebih tepatnya dibiasakan.

Yang pertama adalah mengatur pola kegiatan fisik. Mengatur kegiatan fisik ini ternyata juga berpengaruh untuk kesehatan mental. Seperti yang kita tahu, masalah kesehatan mental yang sering dialami milenial itu disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah pola hidup.

Yang kedua adalah bersosialisasi secara langsung dan bukan di media sosial. Aktivitas bersosialisasi ala generasi milenial seringkali identik dengan media sosial.

Pertemuan fisik dianggap bisa digantikan dengan interaksi melalui layar gadget. Bukan sesuatu yang baru lagi jika milenial mengartikan interaksi di media sosial atau melalui beragam aplikasi media sosial lebih efektif dibanding sosialisasi dalam pandangan lama.

Yang ketiga adalah memahami kembali definisi kesuksesan. Masalah kesehatan mental generasi milenial ini bisa menyerang siapa saja. Khusus dalam konteks pekerjaan, risiko ini bisa dihadapi oleh mereka yang sudah dalam level manajer ataupun yang baru saja memulai karir. Jadi, selalu memperbaiki pola hidup, dan memahami kembali definisi sukses.

Apa artinya bekerja keras, mengejar pencapaian-pencapaian, dan eksis di media sosial jika taruhannya adalah kesehatan diri?