Google Membuktikan bahwa Sistem Kerja Santai Bisa Lebih Produktif

Sering kita dengar orang-orang memiliki gagasan tentang mengutamakan kedisiplinan. Di sekolah, di kampus, di dunia kerja, bahkan di dalam lingkup keluarga. Semua sepertinya langsung sepakat bahwa disiplin adalah kunci agar segala sesuatu terlaksana dengan baik. Tapi saat disiplin itu diterapkan ke orang-orang dalam tim, ada kalanya justru membentuk sistem kerja yang terkesan serius dan penuh tekanan.

 

Gaya Kerja yang Berubah

Barangkali beda generasi beda gaya bekerjanya. Padahal, untuk memacu produktivitas teamwork, suasana kerja yang santai dan menyenangkan justru bisa lebih efektif mencapai target kerja. Google adalah bukti nyatanya. Oleh Majalah Fortune dan Great Place to Work Institute, Google disebut sebagai Perusahaan Terbaik untuk Bekerja. 5 kali berturut-turut. Perusahaan yang didirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin itu, memang memiliki cara yang unik untuk meningkatkan motivasi timnya untuk bekerja.

Untuk beberapa orang, mungkin saja ada yang kurang cocok dengan sistem kerja yang santai karena terlihat longgar, sehingga bisa menjadikan tidak disiplin. Itu tergantung pada karakter masing-masing individu. Poinnya adalah soal bagaimana menikmati pekerjaan yang sedang dilakoninya.

Makna kerja juga berarti bagaimana orientasi individu terhadap pekerjaanya, dan apa yang diinginkan mereka dari pekerjaan tersebut. Menjalankan pekerjaan sebagai sebuah tanggung jawab untuk mempertahankan hidup, bukan sebuah panggilan yang akan memperkaya makna kehidupan seseorang. Dunia kerja tidak cukup lagi hanya kita anggap sebagai ladang mencari nafkah, namun juga harus kita jadikan sebagai tempat dimana kita bisa mengekspresikan kebahagiaan kita.

 

Apakah Kita Selalu Bisa Menikmati Pekerjaan?

Setiap pekerjaan yang kita kerjakan tidak lain adalah tantangan tersendiri untuk diselesaikan. Tapi apakah kita selalu bisa menikmati pekerjaan yang diamanahkan ke kita? Bisakah kita merasa bahagia dan bersyukur ketika lewati kerja? Jangankan menikmati, justru banyak yang mengeluh soal lamanya waktu bekerja dan meminta pengurangan jam kerja per hari. Masalah jam kerja ini pada dasarnya berbeda-beda porsinya, tergantung kebutuhan.

Sebetulnya bukan masalah berapa lama kita bekerja. Yang terpenting, seberapa happy kita melakukannya? Kalau memang kita punya passion terhadap pekerjaan kita, mau kerja 10 sampai 12 jam sehari pun tidak masalah. Pada titik itu, kita kerja bukan karena uangnya tapi karena passion atau panggilan jiwa kita.