Perhatikan 4 Hal Ini Ketika Keinginan Anda belum Tercapai

Banyak orang yang cenderung melihat sesuatu yang tidak dimilikinya. Pada awalnya itu hal baik untuk memicu semangat berusaha mencapai sesuatu. Tapi bagaimana ketika usahanya mencapai sesuatu itu tidak mulus? Bagaimana kalau ia jadi membandingkan dengan orang lain?

Padahal, disadari atau tidak, pembandingan itu selalu menempatkan kita di posisi yang kalah. Bagaimana dengan kita? Apakah ketika belum berhasil mencapai suatu keinginan lantas mencari pembenaran?

1. Berhenti Membuat Alasan-alasan

“Sepertinya saya tidak berbakat di bidang itu,”

“Sebenarnya hal itu tidak terlalu penting untuk hidup saya, jadi tidak masalah kalau tidak tercapai,”

“Banyak orang lain yang sudah melakukannya, lebih baik saya berhenti saja,”

“Wajar kalau dia lebih sukses dari saya, lingkungannya lebih mendukung dibanding saya,”

Mungkin kalimat-kalimat bernada excuse yang lebih ke pesimis seperti di atas sempat terlontar dari mulut kita, atau paling tidak terlintas di benak kita saat mengalami kegagalan. Saat itu kita merasa peluang sukses itu sedang tidak berpihak pada kita. Apalagi dengan adanya pengaruh dari orang lain yang mengatakan bahwa kita tidak bisa melakukannya, bisa menambah daftar panjang excuse kita. Setelah itu kita juga merasa ‘wajar’ untuk gagal.

2. Bakat Apakah yang Belum Kita Kembangkan dengan Maksimal?

Kenyataannya di luar sana banyak orang yang sukses pada suatu bidang, walaupun awalnya mereka merasa tidak mampu melakukannya dengan baik. Atau para superstar yang memulai karirnya dengan perasaan tidak begitu percaya diri dengan bakatnya. Kalau begitu, sama-sama memiliki rasa percaya diri yang kecil, bukankah semua orang sebenarnya juga bisa mewujudkan cita-citanya? Sekarang coba melihat ke diri sendiri, kira-kira bakat apakah yang belum kita kembangkan dengan maksimal?

3. Hati-hati dengan Pengaruh Lingkungan                           

Jangan-jangan pudarnya potensi itu karena sikap kita sendiri? Alasan akan selalu muncul apabila kita mengalami kesulitan dalam menghadapi masalah, alasan juga dapat sangat mempengaruhi kita secara positif atau negatif. Tidak dipungkiri, lingkungan keluarga, sekolah, pertemanan bisa memengaruhi. Pada akhirnya kita sendiri yang memilih bagaimana reaksi terhadap hal di luar itu.

4. Keinginan vs Kebutuhan

Manusia terlahir dengan banyak keinginan. Apa yang Anda inginkan tidak selalu Anda butuhkan. Perbedaan antara keinginan dan kebutuhan penting untuk dikenali agar kita tidak jatuh ke dalam hidup konsumtif. Kebutuhan adalah fungsi dasar atas sesuatu yang secara esensial diperlukan, sedangkan keinginan adalah semua fungsi tambahan yang jika tidak ada sebenarnya tidak mengganggu hidup Anda.

 

Nantikan Seminar Evaluation & Success Plan For Next pada bulan Desember 2017 di The Royal Surakarta Heritage Hotel. Informasi lengkap: hubungi 08112652244.

Pencarian Terbaru:

Halo sahabat bisnis!

Ada seminar hari Senin,

Tanggal 24 September 2018.

Seminar apa ya?

Align Couple For Business.

Seminar khusus suami-istri.

Seat Terbatas. Daftar Yuk!

Halo sahabat bisnis!

Ada seminar hari Senin,

Tanggal 24 September 2018.

Seminar apa ya?

Align Couple For Business.

Seminar khusus suami-istri.

Seat Terbatas. Daftar Yuk!