3 Hal Yang Perlu Anda Perhatikan sebelum Membuat To Do List

Sama halnya seperti travelling yang membutuhkan rencana, begitu pula dengan kita saat bekerja. Membuat rencana dan menyusun hal-hal yang kita butuhkan itu sama seperti menyusun peta perjalanan. Hal-hal ini akan membantu kita untuk  mempersiapkan diri dalam menghadapi situasi di dalamnya.

Benarkah Kita Sudah Produktif?

Sering kita dengar anjuran untuk membuat to do list atau daftar pekerjaan. Betapa senangnya saat kita berhasil mencoret to do list, mengerjakan beberapa hal sekaligus. Akan tetapi, benarkah kita sudah produktif? Kalaupun produktif untuk hari ini, apakah itu menjamin kalau besok dan seterusnya akan begitu? Beberapa kali kita membuat daftar tugas (to do list) yang sangat panjang. Bagaimana hasilnya? Seringkali justru tidak semuanya beres.

Jangan-jangan selama ini yang kita anggap sebagai aktivitas produktif, ternyata hanya rentetan kesibukan tanpa makna. Dengan mengatur waktu melalu jadwal pribadi, Anda bisa melakukan apa-apa yang seharusnya didahulukan. Yang terpenting, Anda bisa menghindari hal-hal yang bisa mengurangi produktivitas.

“Akan Dikerjakan” vs “Akan Diselesaikan”

Dalam to do list yang kita buat, di dalamnya tidak lain adalah rencana-rencana yang ‘akan dikerjakan’, tapi bukan berarti ‘akan diselesaikan’. Jadi mengapa kita tidak mengubahnya menjadi  to done list?  Selesai dengan pemilihan istilah to do list atau to done list, sekarang kita fokus dengan hal teknis. Ada baiknya untuk membuat to done list yang sesuai kemampuan. Cobalah untuk membatasi hal-hal yang paling penting selama satu hari. Setelah itu baru dilanjutkan dengan tugas-tugas yang kurang penting. Tugas-tugas yang dimasukkan dalam to done list ini adalah hal yang paling cepat diselesaikan. Dengan kata lain, pekerjaan itu apabila tidak dilakukan sesegera mungkin, bisa memaksa lembur sampai larut malam.

To Done List dan Goal Harian

Orang-orang banyak memikirkan tujuan (goal) jangka pendek dan jangka panjang. Kita tentu tahu bahwa tujuan aadalah hal yang sangat penting. Tapi, apa ukuran dari  jangka pendek dan jangka panjang itu? Padahal ada ukuran waktu yang lebih realistis yaitu waktu dalam sehari. Dengan demikian, menentukan tujuan per hari menjadi lebih realistis untuk dilakukan.

Selain masalah tujuan harian, membagi tugas kedalam bagian-bagian kecil akan membuat pekerjaan Anda lebih tertata. Jika banyaknya pekerjaan membuat Anda stres, cobalah urai satu per satu. Anda tahu apa yang harus dilakukan demi mencapai garis akhir. Pecah pekerjaan yang harus diselesaikan dalam bagian-bagian kecil.

 

Dengan menjadikannya detail dan tampak mudah, semua pekerjaan tidak tampak berat dan Anda lebih bersemangat menuntaskannya.