Kisah Sukses Amancio Ortega, Pendiri Brand Fashion ZARA

Bagi pecinta fashion dan mengikuti tren fashion terbaru pasti tidak asing dengan nama Zara. Brand asal Spanyol ini didirikan di tahun 1975 oleh Amancio Ortega. Beliau sempat menjadi orang terkaya nomor 3 di dunia setelah Warren Buffet dan Bill Gates. Bahkan, Zara menjadi brand yang memiliki brand value besar senilai sekitar 14 juta US$, di atas posisi Louis Vuitton yang kini berada di urutan keempat dengan brand value US$ 13 juta.

Brand fashion mewah lainnya adalah Hermes dan Gucci dengan nilai US$ 6,8 juta. Namun di balik kemewahan itu, siapa sangka kalau Amancio Ortega yang kini sudah berumur 80 tahun pernah mengalami masa-masa tersulit kehidupannya. Kisah sukses Amancio Ortega dapat memberikan inspirasi dan pelajaran yang penting.

Faktor Kecepatan Menjadi Penentu

saat kompetitor memperbarui produk yang mungkin hanya dua minggu sekali, Zara selalu menambah koleksinya dua kali dalam waktu seminggu. Bisa dikatakan ini merupakan proses yang tercepat daripada produk fashion lainnya. Kecepatan itulah yang menjadi ciri khas dari bisnis Amancio Ortega dan memberi kepuasan bagi pelanggannya yang loyal.

Tidak Melupakan Masa Awal Perjuangan

Kehidupan Amancio Ortega di masa kecil tidak mudah. Ortega terlahir dari ayah yang bekerja di kereta api dan ibu yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Ortega juga terpaks meninggalkan sekolah pada umur 14 tahun untuk bekerja supaya bisa menghasilkan uang untuk mencukupi kebutuhan.

Karirnya di bidang fashion dimulai ketika Ortega bersama istrinya mulai menjahit pakaian sendiri di ruang tamu rumahnya. Kemudian beliau mendirikan toko pertamanya di tahun 1975 dan mulai mempekerjakan orang lain untuk menjahit seluruh desainnya. Toko itu dinamakan Zara dan didirikan di depan pusat perbelanjaan paling penting di Spanyol. Dia tetap menjualnya dengan harga terjangkau namun dengan kualitas yang mewah.

Tetap Bekerja Hingga Usia Senja

Meskipun sukses dengan bisnisnya, Ortega selalu berpakaian sangat sederhana. Menurut sejumlah sumber informasi, beliau selalu mengenakan blazer biru, kemeja putih dan celana abu-abu. Sebagai bos, Ortega pun terkenal sangat ramah, sering bicara dengan karyawannya, senang memperhatikan bahkan untuk urusan hal terkecil di kantornya. Walaupun sudah berumur 80 tahun, Ortega datang ke kantor hampir setiap hari.

Dia tidak pernah lelah bekerja dan mendengar ide-ide baru. Dari kisah Amancio Ortega, kita bisa melihat bagaimana orang yang miskin dapat menjadi orang sangat sukses dengan bekerja keras.