Benarkah Laki-laki Lebih Berbakat Wirausaha dibanding Perempuan

 

Berdasarkan hasil riset yang dilakukan Global Entrepreneurship Monitor (GEM), wirausaha dari kalangan wanita mencapai 14 persen dari total populasi. Dengan nilai 14 persen itu, terdapat 14 dari 100 orang yang membuka wirausaha baru pada 2016.

Ada anggapan bahwa laki-laki dinilai lebih berani membuka usaha baru dibanding perempuan. Laki-laki juga lebih berorientasi pada kompetisi dan membuka jaringan-jaringan baru.

Sementara itu, perempuan dinilai lebih teliti soal keuangan dan lebih baik dalam membangun relasi atau hubungan kerjasama. Lalu benarkah laki-laki lebih berbakat wirausaha dibanding perempuan? Coba kita lihat poin-poin berikut ini.

 

Cara Berpikir yang Unik

Pada umumnya, dalam hal operasional, laki-laki cenderung bergerak lebih cepat, lebih analitis, dan lebih fokus pada tujuan jangka pendek. Sebaliknya, para perempuan pada umumnya lebih banyak mempertimbangkan banyak hal, berpikir jangka panjang, dan mengandalkan intuisi berbisnis.

 

Perbedaan Gaya Kepemimpinan

Membedakan sifat-sifat pemimpin antara pemimpin laki-laki dan perempuan tidaklah sulit. Selalu ada perbedaan antara gaya kepemimpinan laki-laki dan perempuan serta gaya manajemen entrepreneur mereka. Kemungkinan karena pengaruh genetik, entrepreneur laki-laki cenderun memberikan otonomi, mandiri, dan ‘agresif’ dalam kompetisi. Sementara itu, entrepreneur perempuan lebih berfokus pada hubungan dan kerjasama.

 

Hal yang Bisa Memotivasi

Menurut beberapa penelitian, perempuan yang mengejar karier entrepreneur cenderung termotivasi untuk aktualisasi diri dan keluarga. Mereka lebih suka menyeimbangkan kehidupan karier dan pribadinya. Sementara itu, laki-laki lebih termotivasi oleh usaha-usaha membuat pencapaian, misalnya kekayaan dan kemajuan karir.

 

Perbedaan Tujuan Investasi

Jika perempuan akan berinvestasi untuk menopang hubungan yang sudah dibangun tetapi lebih sedikit tertarik pada investasi peluang bisnis, maka tidak demikian dengan laki-laki. Seperti yang kita tahu, perempuan umumnya membangun jaringan demi membangun hubungan atau kerjasama, sedangkan laki-laki membangun jejaring demi manfaatnya dalam bisnis.

Di Indonesia sendiri, jumlah pengusaha perempuan lebih banyak berada dalam skala mikro dan kecil. Tapi itu sebenarnya tidak perlu kita persoalkan. Entah itu laki laki atau perempuan, yang terpenting bahwa mereka memahami potensi dirinya. Dengan begitu masing-masing bisa memaksimalkan daya saing.

Daya saing bisa diukur dari kualitas produk yang dihasilkan, harga yang kompetitif serta kecepatan proses-proses bisnis. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri, yang pasti masing-masing tidak bisa bekerja sendiri saja.