Seperti Ini Langkah Awal Menumbuhkan Mental yang Jujur dan Dipercaya

Sikap seseorang ketika sedang sendirian dan bersama sekelompok orang seringkali berbeda. Mengapa bisa begitu? Tentu saja karena faktor pengawasan dari luar. Meskipun sebenarnya orang-orang di sekitarnya tidak bermaksud untuk mengawasi, tapi seseorang umumnya ketika dalam posisi dilihat orang cenderung memperlihatkan yang baik-baik.

Bersikap Baik-Baik Saat Diawasi?

Contohnya adalah ketika seseorang sedang berada di tempat yang dilengkapi dengan kamera CCTV. Menyadari bahwa segala gerak geriknya terekam dan bisa terlihat oleh orang lain di tempat khusus, maka ia kecil kemungkinan bahwa ia akan melakukan suatu perbuatan yang melanggar.

Berkaca dari keadaan orang yang bersikap baik-baik saat diawasi polisi dan CCTV, maka kita bisa melihat persamaannya, bahwa seseorang cenderung bersikap baik ketika ia sadar sedang berada dalam pengawasan. Kalau dengan polisi dan CCTV saja sebegitu patuhnya, bagaimana dengan kesadaran pada pengawasan Tuhan? Apalagi kita sudah tahu bahwa Tuhan tidak pernah lalai dengan apapun yang terjadi pada makhlukNya.

Kita juga tahu kalau ketahuan melanggar oleh ‘pengawas duniawi’ seperti polisi dan CCTV risiko kena sanksinya masih bisa ditebus. Bagaimana dengan risiko ketika berbuat yang melanggar aturanNya? Meskipun kita tidak melihat Tuhan, kita tidak pernah tidak dilihatNya. Tentunya hal ini bisa dipahami dengan memperdalam ilmu dari kitab suci. Yang pasti, sikap selalu merasa berada dalam pengawasan menjadi alarm tersendiri, khususnya saat tidak ada orang yang menyaksikan.

Kejujuran menjadi Prinsip Kehidupan yang Sakral

Sikap jujur menjadi prinsip kehidupan yang sakral dan menentukan sikap hidup seseorang sebagai makhluk sosial maupun sebagai hamba Tuhan. Tentunya tidak ada agama yang mengajarkan kebohongan. kejujuran bisa jadi penentu untuk memberi kepercayaan pada orang. Baik untuk kehidupan personal maupun profesional pun tidak lepas dari poin kejujuran.

Hampir semua lowongan kerja ditemukan kata ‘jujur’ di dalam persyaratannya. Saking pentingnya, seorang yang ketahuan berbohong sekali saja bisa hilang reputasinya. Apalagi kalau kebohongan itu terjadi di dalam dunia bisnis atau urusan pelayanan untuk masyarakat.

Menyadari bahwa jujur adalah jalan yang baik untuk bidang kehidupan apapun, pastikan bahwa kita memahami sikap jujur yang dilakukan. Artinya, meskipun jujur, tapi kita perlu mengerti benar apa yang dikatakan. Meskipun tidak menambah atau megurangi ketika menyampaikan sesuatu, tetap harus ada filternya.

 

Bagaimanapun, tidak semua hal boleh dan perlu disampaikan. Itulah langkah awal menumbuhkan mental yang jujur dan dipercaya