Memprediksi Tren Belanja Online di Masa Depan

 

Belakangan ini, sejumlah pusat perbelanjaan di ibukota maupun kota lain di sekitarnya terlihat meredup aktivitasnya. Mall cenderung tidak lagi menarik bagi pembeli. Memang masih banyak orang yang datang ke mall, tapi mereka yang datang hanya cuci mata, window shopping, alias melihat-lihat display produk, lalu jalan lagi ke lantai atas untuk menonton film di bioskop.

Makin berkembang pesatnya keberadaan toko online diduga menjadi penyebabnya.

Inovasi para pemilik toko sangat diperlukan dalam hal ini, mengingat masyarakat sudah mengalami banyak perubahan dalam berbelanja.

Seiring dengan meluasnya persebaran pengguna internet dan smartphone di negeri ini, gaya hidup masyarakat pun berubah. Berbagai aplikasi online untuk membantu kehidupan sehari-hari makin banyak dikembangkan. Alhasil, masyarakat Indonesia makin terbiasa dengan dunia digital.

Sebagaimana yang kita tahu dan mungkin Anda merasakannya juga, tren jual beli akan terus berubah secara dinamis. Berbagai lapak online shop, marketing, dan e-commerce banyak menawarkan solusi belanja yang praktis dan ekonomis.

 

Tentukan Dulu Marketplace Mana yang Paling Sesuai

Di tengah geliat pertumbuhan industri digital, seorang marketer harus pandai memanfaatkan sebanyak mungkin ‘channel’ yang ada. Channel ini adalah marketplace tempat mereka menjual produknya. Sebelumnya, tentukan dulu marketplace mana yang paling sesuai dengan model bisnis Anda.

Itu penting untuk meningkatkan brand awareness di mata calon konsumen, mendapatkan pembeli dan transaksi baru terutama pada segmen business-to-business (yang tidak menargetkan langsung ke end-customer), meningkatkan kepercayaan konsumen kepada penjual, juga meningkatkan kepercayaan pemilik toko online terhadap marketplace.

 

Bagaimana Tren Marketplace di Masa Depan?

Terlepas dari prospeknya hari ini, bagaimana tren marketplace di masa depan? Sejumlah pengamat mengungkapkan bahwa marketplace yang saat ini digunakan oleh pelapak sebenarnya hanyalah sebagai ‘jembatan’ untuk mempromosikan produknya demi menggaet konsumen yang loyal.

Saat mereka sudah memiliki bargaining power yang kuat, mereka akan menggunakan situsnya sendiri untuk menjual produknya saja. Sementara itu, marketplace hanya akan dimanfaatkan sebagai tempat berbagi link produk, dan untuk transaksinya sendiri akan langsung diarahkan ke situs yang telah dibuatnya sendiri.

Demikianlah, para pelapak akan mengarahkan para konsumen loyal untuk langsung bertransaksi melalui situs yang dibangunnya itu.

Pencarian Terbaru: