Ketika Berproses Mengembangkan Sebuah Tim, Lebih Penting Proses atau Hasilnya

 

Saat kita gagal, teman-teman akan menghibur dengan bilang “Sudahlah, tidak apa-apa, yang penting itu prosesnya, bukan hasilnya.” Anda pernah begitu? Kalau gagal sekali, mungkin Anda masih bisa menerima saran seperti itu, tapi bagaimana kalau sudah berkali-kali mencoba dan tidak ada hasilnya?

Bukan berarti pesimis menyikapi masalah, tapi memang kadang masalahnya adalah kita menginginkan sesuatu yang tidak kita butuhkan. Lalu energi kita tercurah untuk sesuatu yang tidak penting-penting amat. Jadi lebih penting proses atau hasil?

Hasil itu adalah cita-cita atau tujuan yang ingin Anda raih. Sementara itu, proses adalah jalan menuju ke hasil atau cita-cita yang diharapkan itu. Ada istilah-istilah yang menunjukkan hasil hasil dan proses. Hasil adalah state of being, sedangkan proses disebut dengan state of becoming.

 

Hasil atau State of being

State of being adalah suatu keadaan di mana diri Anda sudah menjadi sesuatu yang Anda cita-citakan. Misalnya Anda ingin menjadi seorang entrepreneur yang memiliki profit 1 M pertahun setahun. Inilah hasil yang diharapkan dari usaha yang Anda lakukan. Untuk mewujudkannya harus melalui proses sedemikian rupa.

 

Proses atau State of Becoming

Mengapa proses disebut sebagai state of becoming? State of becoming adalah keadaan di mana seseorang terus-menerus berusaha menjadi sesuatu, yaitu sesuatu yang dicita-citakannya. Yang perlu kita pahami adalah bahwa hasil itu bersifat sedangkan proses itu bersifat dinamis.

Ketika kita berfokus hanya pada hasil saja, maka mungkin saja akan merasa frustrasi ketika tujuan tidak tercapai. Sebaliknya, ketika berfokus pada hasil, bisa jadi akan berhenti ketika tujuan sudah tercapai.

Bagaimana kalau Anda fokus dengan proses atau state of becoming? Saat fokus pada state of becoming atau proses, maka diri Anda lebih termotivasi untuk memberikan yang terbaik di setiap momennya.

 

Proses untuk Membangun Tim

Membangun tim adalah tentang kepemimpinan yang membutuhkan keberanian. Keberanian bisa terbentuk dari latihan-latihan dan ujian-ujian kehidupan yang menempa. Pemimpin yang tidak pernah diuji dalam situasi sulit tentunya akan berbeda kadar kematangannya menghadapi permasalahan dibanding mereka yang berproses melalui banyak ujian.

Saat membangun tim, misalnya tim bisnis Anda, tentu harus memiliki tujuan jelas dan terukur, tapi juga penting untuk memaksimalkan prosesnya.