Benarkah Semua Orang Harus Menjadi Entrepreneur

 

Siapapun bisa menjadi entrepreneur. Apakah mungkin setiap orang dilahirkan sebagai entrepreneur? Ya, semua orang berpotensi menjadi entrepreneur, apapun latar belakangnya. Setiap orang punya bakat dan potensi yang unik. Tapi itu saja tidak cukup. Orang yang ingin jadi entrepreneur juga harus diberikan berbagai macam keterampilan yang dapat diterapkan saat nanti mulai menjalankan usahanya.

Banyak media yang menggemborkan profesi entrepreneur. Mereka dipandang memiliki value lebih karena memberi kesempatan kerja pada orang lain dan tentu saja tidak bergantung pada gaji atasan. Di kalangan anak muda pun, profesi entrepreneur memiliki prestise tersendiri. Lalu benarkah semua orang harus menjadi entrepreneur?

 

Dimulai dari Mindset

Pola pikir atau mindset adalah hal yang paling mendasar yang membentuk diri kita. Dari kebiasaanlah pola pikir itu terbentuk dan mengakar. Apapun profesi dan peran saat ini, dasar pola pikir tidak akan pernah hilang dan tetap melekat.

Sebenarnya ada hal yang perlu sedikit diluruskan. Menurut businessdictionary.com, entrepreneur itu adalah seseorang yang melakukan inisiatif dengan mengatur suatu usaha untuk mengambil manfaat dari suatu peluang dan, sebagai pengambil keputusan, memutuskan apa, bagaimana, dan seberapa banyak barang atau jasa akan diproduksi.

Mereka bukan semata-mata artinya orang harus punya bisnis. Orang bekerja di pemerintahan atau kerja sosial pun berpotensi menjadi entrepreneur, karena entrepreneur itu adalah tentang pola pikir. Seorang entrepreneur adalah mereka yang terus menerus beraktivitas dan berinovasi. Mereka create something from nothing dalam berbagai hal.

 

Tanyakan pada Diri Anda Sendiri

Passion sangat penting di dunia wirausaha. Bila Anda tidak punya tekad yang kuat, bagaimana akan bisa bertahan ketika kesulitan menerpa. Bahkan tidak hanya wirausaha, apa pun bidang profesional yang digeluti, passion adalah syarat utama untuk mencapai kesuksesan.

Barangkali ini adalah alasan yang paling penting bila kamu ingin bahagia dalam bekerja. Tanyakan pada diri sendiri, apakah Anda benar-benar ingin jadi entrepreneur? Bila jawabannya tidak, maka Anda tidak perlu memaksakan diri melakukannya.