Inilah Waktu Terbentuknya Pola Sukses Seseorang

 

Sebelum kita bahas tentang pola sukses dan perkembangan usia, kita pahami kembali tentang analogi isi teko. Untuk mengetahui dengan pasti isi teko, caranya hanyalah dengan menuang isi teko, dan Anda bisa cicipi sesuatu yang keluar dari dalam teko tersebut. Ternyata apa yang keluar dari teko adalah sesuai dengan apa isi teko tersebut. Teko pernah diisi, dan keluarlah tuangan teko.

Ketika isi teko tersebut semisal teh, pastilah ADA SUATU WAKTU, yang teko tersebut PERNAH DIISI dengan teh. Ketika isi teko tersebut kopi, pastilah ada suatu waktu, yang teko tersebut PERNAH DIISI dengan kopi. Inilah CAUSE and EFFECT, yang membentuk POLA.

 

Siapa yang Mengisi Teko?

Isi teko adalah semacam ‘program’ dalam diri setiap orang. terbentuknya sejak kecil. Dari orang tua kepada anaknya. Anak akan menyerap informasi dari apa yang dia lihat dari orangtuanya. Apa yang dia lihat, dia dengar, dia alami bersama orangtuanya itulah yang akan menjadi ‘file’ utama di kepala mereka. Anak-anak mendapatkan ‘pantulan’ dari hal-hal yang dilihatnya, dari yang didengarnya dan dari apapun yang bersumber dari orang tuanya.

Pertanyaannya: Kapan mengisi teko itu? Ada 3 periode waktu: masa LALU, masa SEKARANG dan masa DEPAN. Coba  kita pelajari pengelompokan pertumbuhan setiap diri manusia.

Usia 0-7 tahun yang disebut periode IMPRINT, pada periode anak-anak ini, apapun yang dilihat, dengar, rasakan tanpa filter masuk dalam program diri anak. Bagaimana kedua orang tua, mendidik, mengajar dan memberi contoh kehidupan kepada Anda, bagaimana teman, sekolah, dan sebagainya, di periode usia ini akan sangat besar pengaruhnya terhadap diri seorang anak.

Selanjutnya usia 7-14 tahun disebut periode MODELLING, yaitu anak mulai memodel atau meniru sosok yang mereka kenal, baik model rambut, pakaian, sepatu, gaya bicara, perilaku, dan sebagainya.

Usia 14-21 tahun dikenal sebagai periode SOCIALIZING. Di periode ini mereka ingin didengarkan, di sini sering terjadi kesalahpaham dengan kedua orang tua. Saat anak dianggap berani, kurang hormat, bahkan tidak hormat dengan orang tua, padahal anak hanya ingin sekedar didengarkan saja. Bagi Anda orang tua, sudahkah menanamkan pola sukses terbaik untuk anak Anda? Pastikan Anda selalu growing dengan menemukan pola sukses itu.

 

Sukses buat Anda dan kita semua.

Salam Sukses. Salam Perubahan. FOR BETTER INDONESIA