Strategi Menghadapi Perubahan Tahun Baru

Sesuatu yang terjadi di kehidupan ini bukanlah peristiwa sifatnya ‘menetap’. Tantangan berubah, gaya hidup berubah, dan juga orang-orang yang datang dan pergi. Siap atau tidak, perubahan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan keseharian kita.

Segala Hal Ada Masanya

Kita bisa saja menilai sesuatu begitu hebat sepuluh tahun yang lalu, tapi sekarang sudah menjadi sesuatu hal yang biasa. contoh yang seperti itu adalah teknologi yang cepat sekali berkembang. Mungkin kita masih ingat saat mengalami masa-masa dimana hidup tanpa internet, lalu bandingkan dengan saat ini. Perubahan adalah keniscayaan. Ia tidak dapat dihindarkan selama kita masih hidup. Cara orang merespon perubahan juga berbeda-beda. Ada yang santai dan mengalir, tapi juga banyak yang menganggapnya sebagai suatu hal yang menakutkan.

Mengubah Mindset menjadi Positif

Memang bahaya kalau kita tidak siap menghadapi perubahan hidup. Jika tidak mau menjadi orang yang tersisihkan, maka harus melakukan metode terbaik dalam hidupnya. Apalagi kalau sudah mengingat persaingan hidup yang semakin ketat dan kebutuhan hidup semakin mendesak. Apakah semengerikan itu? Semua kembali ke diri sendiri. Bahkan perubahan pada mindset kita akan mengubah banyak hal.

Tetap Lakukan Sesuatu

Ketika mindset berubah, tentunya sikap juga ikut berubah. Pertanyaannya adalah: adalah bagaimana kita menyikapi suatu perubahan? Yang penting jangan berdiam diri, lalu menolak atau berupura-pura tidak tahu sedang terjadi apa-apa. Dan perubahan segala sesuatu itu tidak untuk dilawan. Ambil bagian untuk mengatasi krisis, dan mengendalikan perubahan yang terjadi.

Menyikapi perubahan: Proaktif atau reaktif?

Stephen Covey, dengan karyanya ‘Seven Habits of Highly Effective People’, mempopulerkan istilah  sikap ‘proaktif’, sebagai lawan dari sikap reaktif. Dalam pengertian yang sederhana, sikap proaktif berkaitan dengan kesadaran pada nilai-nilai, sedangkan sikap reaktif lebih dipengaruhi oleh perasaan.

Ketika seseorang marah kalau diejek, maka orang tersebut dikatakan ‘reaktif’ karena memberikan respon yang sama terhadap suatu rangsangan (stimulus). Proaktif merupakan kebalikan reaktif. Sikap proaktif adalah sikap seseorang yang mampu membuat pilihan saat mendapatkan stimulus. Sikap proaktif sangat berguna bagi manusia terutama dalam menghadapi rintangan maupun dalam berinteraksi dengan manusia lain. Sikap proaktif tidak membiarkan dirinya emosi,  tenang dalam berpikir, dan fokus ke bagaimana dapat mengatasi berbagai masalah dengan efektif.

Anda bisa meningkatkan wawasan yang bisa menuntun langkah membuat strategi menghadapi perubahan, apalagi bertepatan dengan momen tahun baru.

 

Ikuti Seminar Evaluation & Success Plan For Next dari iBizCoach pada tanggal 20 Desember 2017 di The Royal Surakarta Heritage Hotel. Informasi lengkap: hubungi 08112652244.

DOWNLOAD E-BOOK GRATIS

KLIK DISINI