Inilah Strategi untuk Melakukan Pengawasan Bisnis yang Lebih Baik

 

Pada era serba internet ketika orang bisa melakukan pekerjaannya di manapun, tren bekerja menjadi berbeda. Co-working space makin banyak bermunculan, apalagi di kota-kota besar. Teknologi memungkinkan kita bekerja di lingkungan yang lebih fleksibel, lebih nyaman, dan lebih produktif, meskipun tanpa pengawasan.

Lalu bagaimana situasi ini dipandang dari sisi entrepreneur? Seorang entrepreneur memang tidak selalu berada di tempat di mana bisnisnya dijalankan. Sebagai owner, mereka akan membuka beberapa cabang di tempat lain, yang mungkin jauh dari tempat tinggalnya.

Sehingga dibutuhkan kemampuan memimpin dari jarak jauh untuk pengawasan yang lebih baik. Untuk bisa memimpin jarak jauh, yang harus disiapkan sejak awal adalah memahami proses bisnis.

 

Proses yang Saling Berkaitan Sejak Awal hingga Akhir

Proses bisnis tak lain ialah bagian proses yang saling berkaitan sejak awal hingga akhir yang terdiri dari; Perencanaan (Planning), Pengorganisasian sistem kerja (Organizing), pelaksanaan aktivitas (Actuating), dan pengawasan & evaluasi (Controlling & evaluation) sehingga menjadi sebuah kesatuan tindakan pengelolaan usaha. Proses tersebut menjadi sebuah panduan untuk dapat menjalankan fungsi pengelolaan secara optimal yang bisa ditempuh sejak dini.

 

Tentang Laporan Aktivitas Harian

Berikan perhatian khusus ke hal-hal terkait operasional untuk melakukan pelaporan aktivitas harian. Laporan aktivitas harian harus menjadi sebuah kebiasaan dalam kegiatan harian di outlet, yang mana proses pelaporan itu bisa dilakukan dengan bantuan email, telepon, google drivr, whatsapp, telegram, dll. Tujuannya satu: agar perkembangan bisnis dapat diketahui secara kontinu.

 

Melihat Secara Langsung Perkembangan yang Dicapai

Bayangkan Anda memiliki usaha rumah makan yang buka cabang di kota X. Di luar jadwal sehari-hari, buat schedule kedatangan secara berkala ke outlet cabang tersebut. Jika ingin benar-benar melihat yang sebenarnya berlangsung, lakukan evaluasi mendadak. Mengapa mendadak? Karena karyawan di sana tidak sempat ‘bersiap-siap’, ya sudah apa adanya saja. Dan itulah yang dinilai. Jika perlu, tempatkan CCTV dan buat transaksi melalui sistem kasir. Teknologi yang dipasang itu akan membuat para pekerja di outlet lebih terkendali dan bahkan lebih bertanggung jawab.

 

Pastikan Ada Bukti Pendukung Transaksi

Catatan pendukung transaksi, entah pemasukan maupun pengeluaran semestinya dibuat secara terstruktur melalui bukti/inventaris pendukung. Pencatatan tentang transaksi usaha secara harian, yang disertai dengan bukti pendukung lain seperti bon dan kuitansi bisa meminimalisir kemungkinan untuk terjadi praktik manipulasi usaha. Walaupun bisnis tidak diawasi langsung.

Anda ingin memiliki bisnis yang berjalan lancar tanpa pengawasan? Pahami dulu ilmunya bersama kami dari iBizCOACH. Ikuti seminar Autopilot your Business tanggal 15 Agustus 2018 di Novotel Solo. Info lengkap hubungi 08112652244.