5 Sikap yang Sebaiknya Dihindari Jika Anda Ingin Sukses di Usia Muda

Masing-masing orang punya karakter bawaannya sendiri-sendiri. Bagaimana cara orang menjalankan usaha juga dipengaruhi oleh karakternya. Karakter seorang pengusaha muda akan mempengaruhi pertumbuhan bisnis yang dijalankan. Demi keberlangsungan bisnis yang dijalankan, inilah sikap yang sebainya dihindari jika Anda ingin sukses di usia muda.

 

1.Tidak Disiplin

Seseorang yang produktif tentunya menyadari pentingnya waktu. Itulah mengapa mereka pasti memiliki sikap disiplin yang tinggi. Sikap disiplin dan terjadwal akan memudahkan dalam mengatur apa yang harus dikerjakan, sekaligus meninjau mana saja yang merupakan prioritas yang harus didahulukan.

 

2.Ragu dalam Mengambil Keputusan

Anak muda yang mulai mengelola bisnis sendiri tentu berbeda dengan kebanyakan. Keberanian mengambil keputusan menjadi pembeda antara pengusaha dan yang bukan pengusaha. Saat terjun di dunia bisnis sejak usia muda, tentunya harus mempersiapkan diri untuk terbiasa  mengambil risiko. Seorang pengusaha sukses memiliki pertimbangan dalam setiap keputusan bisnis yang dibuatnya. Selain sikap tidak menunda-nunda keputusan, seorang pengusaha sukses juga perlu peka dengan peluang yang ada karena bisnis yang dijalankan, karena bisnis itu tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga menyangkut kehidupan orang banyak.

 

3.Takut Mencoba dan Pesimis

Dalam hal apapun, sikap takut mencoba dan pesimis bukanlah ciri orang-orang yang sukses. Apalagi seorang pengusaha sukses yang aktivitasnya terkait dengan banyak orang. Tercipta kesuksesan para pengusaha adalah konsekuensi logis dari keberanian mengambil risiko dan sikap optimis dengan peluang yang ada. Setiap usaha yang dijalankan akan lebih berarti ketika disertai misi atau cita-cita besar yang bisa memberi manfaat bagi sebanyak-banyaknya orang. Ketika sudah sukses pun sebaiknya tidak cepat puas dengan pencapaian yang didapat.

 

4.Tidak Mengatur Finansial

Salah satu aspek bisnis yang perlu dikontrol secara teratur oleh pemiliknya adalah keuangan, seperti soal hutang piutang, tagihan dari para supplier, aliran kas, dan sebagainya.  Untuk mengatahui stok barang yang akan dijual kepada konsumen, controlling perlu dilakukan. Selain itu, perlu dipastikan agar tidak terjadi kebocoran bisnis dan juga pemborosan meskipun posisi saldo kas masih mencukupi, bahkan berlebih. Jika pengelolaan keuangan.

 

5.Kurang Aktif Membangun Jaringan (Networking)

Para pengusaha yang sukses menjalankan bisnisnya pasti tidak bisa bekerja sendiri. Selain tim yang solid, mereka pun melakukan kerja sama dengan pihak di luar timnya. Daripada berpikir tentang kompetisi, pelaku usaha perlu mempelajari cara orang lain bekerja sebagai bahan evaluasi. Untuk mencapai sukses sejak muda, bangunlah kerjasama dan networking seluas-luasnya.