Ilmu Alam Belajar dari Filosofi Pohon Bambu

 

Tuhan menitipkan banyak hal yang bisa kita renungkan melalui kejadian di alam semesta, salah satunya pada pertumbuhan pohon bambu. Bangsa India menjadikan bambu sebagai tanda atau simbol persahabatan, sedangkan bangsa Tiongkok menjadikan bambu sebagai simbol keteguhan dan ketulusan.

Di negeri kita, bambu runcing mampu mengalahkan musuh yang menggunakan senjata berteknologi canggih di zaman penjajahan.

 

Pertumbuhan Bambu di 5 Tahun Pertama

Bambu memegang peranan penting dalam mata rantai kehidupan. Meskipun sebenarnya bambu merupakan salah satu tanaman dengan pertumbuhan tercepat di dunia, tapi pertumbuhan pohon ini justru terlihat lambat di 5 tahun pertama. Walaupun setiap hari disiram dan dipupuk, tumbuhnya hanya beberapa puluh cm saja.

Pohon bambu tidak akan menunjukkan pertumbuhan yang berarti selama 5 tahun pertama. Lalu, apa yang sebetulnya terjadi pada pohon bambu? Ternyata selama 5 tahun pertama itu, pohon bambu mengalami pertumbuhan yang luar biasa pada akar.

Tujuannya adalah mempersiapkan pondasi yang sangat kuat untuk bisa menopang ketinggiannya yang mencapai berpuluh puluh meter di kemudian hari.

 

Filosofi Bambu

Jika melihat waktu pertumbuhan akar pohon bambu, kita bisa belajar sesuatu pada kehidupan sehari-hari. Jika suatu saat kita mengalami suatu hambatan atau bahwa kegagalan dalam suatu urusan, bukan berarti kita tidak mengalami perkembangan.

Selama kita masih bergerak dan berusaha, kita sedang mengalami pertumbuhan yang luar biasa di dalam diri kita. Saat Anda lelah atau hampir menyerah dalam menghadapi berbagai urusan yang tidak mudah, jangan pernah terbersit pikiran berputus asa.

Bisa jadi, bagian paling berat dari sebuah kesuksesan adalah di saat awal seseorang memulai usaha, karena segala sesuatu terasa berat dan penuh tantangan.

Namun bila kita bisa melewati masa-masa berat itu, sesungguhnya kita sedang menguatkan fondasi agar kuat menjadi tumpuan dan tidak goyah ketika sudah tumbuh meninggi.

Demikian juga dengan bambu yang menurut orang Jawa memiliki sifat “Ora gampang tugel, merga iso melur…” (artinya: tidak mudah patah, karena lentur atau fleksibel). Begitulah ketika kita ingin hidup selaras dengan alam, belajarlah dari filosofi pohon bambu.