Sampai Tahun ke Berapa Bisnis Anda Bisa Bertahan

 

Inilah pertanyaan yang tidak mudah tapi setiap entrepreneur yang ingin berkembang harus berani menjawabnya: Siap rugi sampai tahun ke berapa? Karena masih banyak persepsi yang keliru. Begini misalnya: Persepsi yang suka dikembangkan oleh sebagian pengusaha bahwa mereka memutar profit sementara untuk memperbesar bisnis bisnisnya.

Itu sama saja dengan menambah setoran modal. Artinya profit yang didapat itu belum terealisasi sepenuhnya. Sampai kapan bisnis bisa bertahan? Berikut sebuah analisis yang diringkas dari Jouska.id ;

 

Setiap Industri Punya Time Frame Berbeda untuk Berkembang

Tergantung bisnis apa dan seberapa besar skalanya. Setiap industri atau perusahaan punya time frame yang berbeda untuk berkembang. Tapi poin utamanya adalah sebagai pengusaha: apakah owner mengerti betul kapan ‘alarm menyerah’ itu harus dinyalakan? Contohnya adalah usaha kuliner, time frame untuk berkembang adalah 3 tahun. Di tahun pertama bisa terlihat  potensi akan survive atau akan mati. Ada yang survive di tahun pertama, kurang sabar lalu buru-buru membuka cabang, membuka franchise, akhirnya justru tumbang. Ada yang mmset naik tapi prosentase margin turun. Belum stabil, gonta ganti nama.

 

Tidak Asal Konsisten

Konsisten kalau tidak mengikuti perkembangan zaman juga tidak mudah. Yang menjaga tradisi akan dikalahkan oleh yang berinovasi. Inovasi pun perlu dikaji ulang. Ada yang membuat produk baru tapi dikomplain oleh konsumen. Untuk yang masih mikir, jadi pengusaha itu ada fleksibilitas waktu, coba kaji ulang. Era di mana bisnis raksasa gulung tikar dalam waktu singkat. Penting juga untuk bisa membaca laporan keuangan. Kemampuan pengusaha membaca laporan keuangan, ibarat kemampuan orang menyetir dan jalanan yang dilaluinya. Tidak ada masalah kalau sedang sepi, nah kalau ramai bagaimana?

 

Yang Seharusnya Selesai sejak Awal

First thing first, mau bisnis apa? Analisisnya harus dari atas ke bawah. Kondisi global bagaimana, makro bagaimana, sector apa yang sunset, industry apa yang sunrise, dan seterusnya. Kalau pertanyaan sudah terjawab, baru pindah ke pertanyaan berikutnya: Model bisnisnya bagaimana? Buatlah sebuah studi kelayakan bisnisnya. Bagaimana mengatur modalnya? Perlu investor atau tidak? Perlu co founder atau tidak? Bagaimana menghasilkan duit dari produk yang kita create? Kalau punya ide harus diuji sejak awal.