Inilah Alasan Mengapa Bisnis yang Anda Jalankan Harus Selaras dengan Spiritualitas

Harus diakui bahwa banyak orang memulai bisnis dengan tujuan ingin menghasilkan uang lebih banyak. Padahal, sudah banyak pebisnis berpengalaman yang menyadari bahwa tujuan itu belum cukup kuat untuk bisa bertahan lama. Spiritual dan aktivitas bisnis sebenarnya tidak dapat dipisahkan.

Bahkan ada sejumlah penelitian yang mengungkapkan bahwa di masa depan, keberhasilan bisnis akan diperoleh jika berbisnis dilandasi nilai-nilai spiritual. Itulah mengapa factor spiritalitas menjadi penting untuk diperhatikan, khususnya bagi para pemimpin. Tidak hanya faktor teknis dalam menjalankan perusahaan, yang dibutuhkan saat ini adalah pemimpin-pemimpin yang memiliki landasan spiritual yang kuat untuk memimpin sebuah perusahaan.

 

Pentingnya Nilai-nilai Spiritual

Banyak yang mulai menyadari pentingnya nilai-nilai spiritual untuk menyertai kegiatan bisnis. Bahkan, semakin banyak perusahaan yang menyandarkan aktivitasnya pada aspek spiritualitas (menjadi spiritual company). Sukses material (profit, uang, aset) maupun sukses sosial (reputasi, brand, citra) mestinya dibarengi kesuksesan spiritual. Mengapa harus selaras antara bisnis dan spiritual?

Tentu agar kita memahami sejak awal bahwa kekayaan tidak lagi dipandang sebagai tujuan akhir. Uang juga tak lain  hanya alat untuk mencapai misi dan cita-cita mulia. Kesadaran spiritual diperlukan sebagai langkah untuk mengatasi efek sistem kapitalisme bisnis yang merusak lingkungan maupun kehidupan manusia itu sendiri.

 

Konsep bekerja sebagai ibadah

Sebagai bentuk realiasasi menanamkan prinsip spiritual dan bisnis yang selaras, kita bisa mengambil satu contoh, yakni konsep bekerja sebagai ibadah. Kabar baiknya, banyak orang yang mulai menciptakan bisnis yang skema bisnisnya itu didasarkan pada kepedulian mereka terhadap sebuah isu.

 

Efek Positif Nilai-nilai Spiritual

Dunia terus berubah, tantangan masing-masing era pun berubah. Ibadah memang bukan hanya di tempat ibadah atau saat menjalankan ritual. Semua sendi kehidupan adalah ibadah, termasuk bekerja dan berbisnis. Niatkan bekerja sebagai cara mendekatkan diri kepada Tuhan, tidak bertentangan dengan ketentuan-Nya.

Tatanan kerja yang terbangun kemudian bisa jadi ‘lebih sakral’ dibanding sekadar mendapatkan keuntungan finansial semata. Spiritualitas mampu menghasilkan lima hal, yaitu: integritas atau kejujuran; energi atau semangat; inspirasi atau ide dan inisiatif; wisdom atau bijaksana; serta keberanian dalam mengambil keputusan. Singkat kata, spiritualitas terbukti mampu membawa seseorang menuju tangga kesuksesan