Bagaimana Bisnis Keluarga Bertahan di Era Digital

 

Dua tantangan utama yang dihadapi bisnis keluarga adalah fenomena disruption dan kurangnya profesionalitas dalam bisnis dan keluarga. Disruption itu sendiri, menurut Prof Rhenald Kasali sejatinya bukan hanya mengubah cara berbisnis, melainkan juga fundamental bisnisnya.

Mulai dari struktur biaya sampai ke budaya, dan bahkan ideologi industri. Misalnya yang paling sederhana, disruption terjadi akibat perubahan cara-cara berbisnis yang dulunya sangat menekankan owning (kepemilikan) menjadi sharing (saling berbagi peran, kolaborasi resources). Namun, sangat menyenangkan bahwa generasi pemimpin bisnis keluarga berikutnya lebih percaya diri dan lebih siap. (kompas.com)

 

Bisnis Keluarga dari Generasi ke Generasi

Survei menunjukkan bahwa hampir sepertiga dari generasi berikutnya menganggap bisnis keluarga lebih lambat daripada jenis model bisnis lain untuk mengikuti perkembangan teknologi. Ditemukan bahwa 40 persen peserta frustrasi mencoba untuk meyakinkan generasi saat ini bahwa bisnis perlu melakukan lebih banyak hal dalam ruang digital, misalnya iklan secara online.

Ini bisa menjelaskan mengapa hanya 41 persen dari generasi berikutnya berpikir bisnis mereka memiliki strategi yang cocok untuk dunia digital, yang berarti 59 persen tidak.

 

Struktur Kepemilikan Bisnis Keluarga

Ada sedikit keraguan bahwa banyak struktur kepemilikan bisnis keluarga unik karena mereka dapat membuat keputusan dengan fleksibilitas yang lebih besar dan dengan pandangan jangka panjang.

Bisnis keluarga yang bergulat dengan kekuatan digital dan disruption mengambil inisiatif untuk bekerja dengan penasihat eksternal, atau anggota dewan independen, yang memiliki keterampilan dan keahlian untuk menjembatani kesenjangan generasi dan memandu bisnis (dan generasi) dalam perjalanan mereka.

 

Saat Bisnis Keluarga Dipimpin Oleh Orang yang Bukan Keluarga

Sembilan dari sepuluh anggota berikutnya setuju bahwa memiliki anggota non-keluarga di posisi atas adalah hal yang positif. Ini berarti bisnis keluarga menjadi lebih terbuka dan mempercayai seseorang yang expert meskipun dari luar keluarga, dengan keterampilan yang relevan sesuai dengan kebutuhan dan strategi mereka.

Membahas lebih lanjut tentang masalah profesionalisasi bisnis keluarga adalah mengembangkan keterampilan dan profesionalisasi keluarga itu sendiri. Konflik adalah bagian alami dari hubungan manusia.

Bisnis keluarga yang paling sukses menyeimbangkan antara manajemen profesional, kepemilikan bisnis yang bertanggung jawab, dan dinamika keluarga yang sehat, terutama ketika berurusan dengan penanganan masalah generasi berikutnya. Profesionalisasi keluarga adalah tentang membangun akuntabilitas, tanggung jawab, dan memastikan komunikasi transparan yang berkelanjutan.

Halo sahabat bisnis!

Ada seminar hari Selasa,

Tanggal 24 September 2018.

Seminar apa ya?

Align Couple For Business.

Seminar khusus suami-istri.

Seat Terbatas. Daftar Yuk!

Halo sahabat bisnis!

Ada seminar hari Selasa,

Tanggal 24 September 2018.

Seminar apa ya?

Align Couple For Business.

Seminar khusus suami-istri.

Seat Terbatas. Daftar Yuk!