Inilah yang Bisa Anda Contoh dari Google sebagai Perusahaan Terbaik Dunia

Setiap pekerjaan yang kita kerjakan tidak lain adalah tantangan tersendiri untuk diselesaikan. Tapi apakah kita selalu bisa menikmati pekerjaan saat ini? Bisakah kita merasa bahagia dan bersyukur ketika lewati kerja? Jangankan menikmati, justru banyak yang mengeluh soal lamanya waktu bekerja dan meminta pengurangan jam kerja per hari. Masalah jam kerja ini pada dasarnya berbeda-beda porsinya, tergantung kebutuhan. Namun, sebetulnya bukan masalah berapa lama kita bekerja.

Yang terpenting, seberapa happy kita melakukannya? Kalau memang kita punya passion terhadap pekerjaan kita, mau kerja 10 sampai 12 jam sehari pun tidak masalah. Pada titik itu, kita kerja bukan karena uangnya tapi karena passion atau panggilan jiwa kita.

Cara paling mudah agar bisa menikmati pekerjaan adalah dengan melakukan pekerjaan di bidang yang kita senangi, sehingga bisa mendapat kepuasan saat mengerjakan itu.

 

Kerja Santai Tapi Hasilnya Maksimal

Kebanyakan perusahaan di Indonesia masih memberlakukan peraturan ketat, persaingan keras, dan ditambah sistem kerja yang ‘serius’. Alasannya, agar karyawan disiplin, produktif, dan target tercapai. Padahal, suasana kerja yang mencekam belum tentu berdampak positif. Sebaliknya, suasana santai dan ceria justru bisa lebih memacu produktivitas karyawan, sehingga segala target kerja dan perusahaan pun tercapai.

 

Belajar dari Google

Inilah yang bisa dipelajari dari Google sebagai perusahaan terbaik dunia. “Kami bukan pabrik. Kami juga bukan serious flat company. We’re fun company. Teknologi tak harus selalu serius. Motto kami: we do cool things that matter” kata salah satu petinggi Google dalam sebuah wawancara di kantor barunya di Senayan, Jakarta. Majalah Fortune dan Great Place to Work Insitute telah menyebutkan Google sebagai perusahaan terbaik untuk bekerja sebanyak 5 kali berturut-turut.

 

Menikmati Pekerjaan

Untuk beberapa orang, mungkin saja ada yang kurang cocok dengan sistem kerja yang santai karena terlihat longgar, sehingga bisa menjadikan tidak disiplin. Itu bergantung pada karakter masing-masing individu. Poinnya adalah soal bagaimana menikmati pekerjaan yang sedang dilakoninya. Makna kerja juga berarti bagaimana orientasi individu terhadap pekerjaanya, dan apa yang diinginkan mereka dari pekerjaan tersebut.

Menjalankan pekerjaan sebagai sebuah tanggung jawab untuk mempertahankan hidup, bukan sebuah panggilan yang akan memperkaya makna kehidupan seseorang. Dunia kerja tidak cukup lagi hanya kita anggap sebagai ladang mencari nafkah, namun juga harus kita jadikan sebagai tempat dimana kita bisa mengekspresikan kebahagiaan kita.