Belum Banyak Dipahami Orang tentang Hipnotis

‘Anda akan semakin mengantuk… sangat mengantuk… kemudian tertidur.’

Kata-kata itulah yang biasanya segera terlintas dalam pikiran ketika Anda saat memikirkan tentang hipnotis, tak lebih dari pertunjukan panggung yang melibatkan jiwa yang kurang beruntung untuk melakukan hal memalukan di depan umum karena tidak sadar. Namun, bisakah kita mendapatkan penjelasan yang tepat mengenai apa itu hipnotis?

Berikut adalah definisi hipnotis berdasarkan buku teks: The induction of a state of consciousness in which a person becomes highly responsive to suggestion or direction (terjemah bebas: induksi keadaan kesadaran di mana seseorang menjadi sangat responsif terhadap saran atau arahan).

 

Barangkali ada hal-hal yang belum kita ketahui tentang hipnotis

Kita memasuki keadaan hipnosis setiap hari; benar-benar terserap dalam aktivitas dan kehilangan jejak waktu. Itu terjadi ketika Anda mengemudi, ketika Anda menonton film, dan juga ketika Anda membaca. Hipnosis memakan kekuatan kata-kata psikosomatis.

Sebuah penelitian yang menarik dalam Malcolm Gladwell dalam karyanya ‘Blink’ menyoroti hubungan pikiran-tubuh yang melekat dalam kata-kata. Subjek dibawa ke sebuah ruangan, diminta untuk menggambarkan bagaimana perasaan mereka. Kemudian, mereka disuruh membaca daftar kata-kata.

Setelah itu, subjek yang dihipnotis secara fisik berjalan keluar dari ruangan lebih lambat daripada saat mereka masuk. Dalam psikologi, ini disebut sebagai Priming, dalam hipnosis itu identik dengan ‘menanamkan perintah’.

Hubungan yang menarik antara kata-kata dan fisiologi ini sering dimanfaatkan oleh industri periklanan dan pemasaran. Kata-kata hati-hati dibuat untuk membangkitkan emosi yang kuat dan keadaan sugestibilitas yang lebih tinggi. Orang yang mengakses konten iklan akan lebih mudah terpengaruh. Tentu bukan sembarang iklan, tapi yang scriptnya dibuat sedemikian rupa dengan tulisan hipnosis (hypnotic writing). Bisa Anda baca di artikel sebelumnya.

 

Tunjukkan kisah yang mengundang empati

Kisah-kisah hebat bersifat universal di semua budaya karena memungkinkan empati manusia. Ketika Anda berbagi cerita atau pengalaman pribadi di artikel Anda, orang-orang menanggapi dengan, “Oh ya, saya ingat ketika itu terjadi pada saya!” Atau ketika mempengaruhi orang secara lisan. Mereka setidaknya bisa membayangkan seperti apa rasanya.