Hindari Melakukan Kesalahan Mengatur Keuangan

 


Apakah Anda merasa sudah mengatur keuangan dengan benar? Dalam hal ini, misalnya kita berada di rentang usia kepala tiga. Saat itu, mendekati hari ulang tahun ke-30, kita mengingat tentang pencapaian dalam 1 dekade terakhir. Sudah menikah, memulai karir, membangun rumah dengan pasangan, dan memiliki anak. Di antara keberhasilan itu, pasti ada beberapa kesalahan di sepanjang perjalanan, terutama ketika menyangkut keuangan.

Alih-alih merasa menyesal dengan cara Anda mengelola uang, gunakan pengetahuan baru yang Anda temukan sebagai batu loncatan untuk kebiasaan yang lebih baik. Masih ada waktu untuk memperbaiki kesalahan. Faktanya, tidak ada kata terlambat untuk mulai memperbaiki kebiasaan finansial Anda. Mulailah hari ini, dan ketahuilah bahwa kesalahan Anda di masa lalu telah membantu menjadikan Anda orang yang lebih baik. Tapi, sebelum terlambat, hindari melakukan kesalahan mengatur keuangan seperti dilansir moneycrashers.com berikut;

 

Mulai Menabung Sejak Awal

Barangkali kita menghabiskan awal 20-an di pekerjaan kantor yang sebenarnya belum membuat kita kaya. Apalagi, sebagian kita juga kompulsif dan menghabiskan hampir semua yang diperoleh. Saat itu yang terpikir: menabung untuk pensiun adalah urusan saat sudah tua dan sudah lebih kaya.

Untuk menabung, kita perlu rekening khusus. Transfer otomatis dari rekening bank ke rekening khusus tabungan itu berarti mengurangi godaan untuk membelanjakannya. Tidak sedikit yang menyesal dan berharap bisa melakukannya lebih cepat.

 

Buat Anggaran yang Realistis

Dengan antusiasme tinggi, kita mungkin pernah berharap yang sama sekali tidak realistis karena hanya mengandalkan penghematan, dan kita segera menyadari bahwa tidak mungkin untuk berpegang pada anggaran yang terlalu ketat. Ternyata kunci untuk menyusun anggaran yang sehat dan berkelanjutan harus serealistis mungkin. Bukan sekadar membatasi pengeluaran.

Untuk membuat anggaran yang realistis, kumpulkan semua tagihan, kwitansi, dan laporan keuangan dari bulan lalu, hitung nota belanja makanan, tagihan listrik, dan biaya lainnya. Buat spreadsheet sederhana, masukkan penghasilan bulanan kotor Anda, dan kurangi pengeluaran Anda. Evaluasi pengeluaran Anda. Apakah Anda benar-benar membutuhkannya?

Jika ada surplus anggaran, putuskan apa yang harus dilakukan dengan surplus itu pada akhir setiap bulan. Jika impas, berarti setiap nominal memiliki pos tertentu, yang meliputi rekening tabungan dan pensiun. Mengetahui dengan pasti ‘ke mana uang Anda pergi’, itu berarti memiliki kendali atas keuangan Anda, dan itu dapat membantu Anda mengatur kebiasaan finansial yang lebih baik di masa depan.

Pelajaran yang berharga berikutnya adalah mementingkan kualitas daripada kuantitas dalam berinvestasi. Luangkan waktu untuk mengecek pembelian dalam jumlah besar yang dibuat untuk bertahan lama. Dibutuhkan kedisiplinan, kesabaran, dan mata yang terlatih.

Kunci untuk menghilangkan kebiasaan belanja yang buruk terletak pada pemahaman hubungan emosional Anda dengan uang. Setelah Anda menguraikan alasan di balik pemicu dan sikap belanja Anda, jauh lebih mudah untuk membentuk kebiasaan finansial yang lebih sehat.



VIDEO (VLOG) COACH EDWIN


Jangan lewatkan menonton video dari Coach Edwin tentang Life, Spiritual dan Bisnis. Tekan tombol berikut pada video dibawah untuk memilih judul Vlog yang Anda ingin lihat.

playlist VLOG

download ebook

jadwal seminar