Iklan Saja Tidak Cukup, Inilah Hal Sepele yang Sering Diabaikan Pelaku Bisnis Online

 

Meskipun tidak bertemu langsung dan saling bertegur sapa, pemilik bisnis juga memiliki semacam ikatan dengan konsumennya. Sebelum menjadi konsumen, orang-orang itu awalnya adalah audiens di media sosial yang dijalankan adminnya.

Audiens online perlu dibangun dan dikembangkan sedemikian rupa, dan memang ini tidaklah mudah. Tantangan seperti ini biasa dialami oleh mereka yang mengelola blog perusahaan. Faktanya, banyak blog yang dibuat untuk perusahaan dan kurang berhasil karena mereka memperlakukan blog perusahaan mereka semata-mata tempat iklan produk atau jasa mereka. Hal-hal seperti berikut ini masih sering diabaikan oleh pelaku bisnis.

 

Bagikan Konten yang Menarik secara Konsisten

Meskipun akun bisnis Anda dibuat untuk berjualan melalui toko online, tapi konten yang diposting bukan hanya jualan saja. Jelas, itu akan membuat audiens bosan. Coba secara berkala Anda pun aktif melakukan posting konten positif dan menarik, misalnya quote, meme inspiratif, foto lucu, dan sejenisnya.  Anda bisa memfollow akun lain dulu, khususnya akun-akun riil dan tertarget atau yang berpotensi menjadi calon customer Anda.

 

Pendekatan yang Lebih Baik dan Berikan Value Baru

Contoh pendekatan yang baik adalah dengan membuat content marketing yang mengedukasi audiensnya. Sebuah postingan blog, bisa dibuat sedemikian rupa untuk memberikan wawasan baru. Katakanlah misalnya Anda menjual produk fashion, Anda bisa menggaet audiens agar mereka betah karena mereka mendapatkan wawasan tentang hal-hal yang menunjang penampilan, meningkatkan percaya diri, menarik pujaan hati, dan lain-lain.

Karena aktivitas jual beli tak lain adalah tukar menukar manfaat, maka apa yang Anda jual harus memberikan value yang bermanfaat. Jadi, antara penjual dan pembeli bukan hanya hubungan transaksional sesaat. Melalui konten dengan pendekatan yang lebih baik, Anda memberikan value baru kemudian memberi penawaran bantuan yang personal jika pembaca membutuhkan.

Di bagian akhir blog, jangan lupa sertakan call to action yang jelas, misalnya: ‘Jika Anda ada pertanyaan, jangan sungkan untuk menghubungi kami di nomor yang tertera atau akun media sosial yang ada.’