5 Jenis Industri yang menjadi Tulang Punggung Ekonomi untuk Revolusi Industri 4.0 di Indonesia

 

Industri generasi ke-empat atau industri 4.0 menjadi bahasan penting pemerintah Indoesia saat ini. Apakah yang dimaksud Industri 4.0 Itu? Revolusi industri pertama kali dimulai sejak zaman pemerintahan Hindia-Belanda. Saat itu, revolusi industri hadir dalam konteks steam engine atau mesin uap.

Revolusi industri kedua pada saat otomotif general fort membuat line production, Indonesia masih Hinda-Belanda. Revolusi industri ketiga diawali di tahun 90-an dan pada watu itu terjadi globalisasi. Revolusi industri ke 4 dimulai dengan revolusi internet yang dimulai pada tahun 90-an. Hari ini seluruh negara di dunia baru melihat apa efek dari Internet.

Presiden Joko Widodo juga telah meresmikan peta jalan (roadmap) yang disebut dengan Making Indonesia 4.0. Dengan adanya roadmap ini, diharapkan bisa meningkatkan daya saing industri nasional di kancah global, serta dapat menjadikan Indonesia sebagai 10 besar ekonomi dunia di tahun 2030.

Ada lima jenis industri yang disebut menjadi tulang punggung ekonomi dalam rangka meningkatkan daya saing di era industri 4.0 yaitu industri makanan dan minuman, tekstil, otomotif, elektronik, dan kimia.

 

1.Industri makanan dan minuman

Melihat beberapa data yang dibagikan oleh pemerintah, industri kreatif di bidang kuliner ini bisa memberikan kontribusi yang cukup besar, yaitu 30% dari total pendapatan sektor ekonomi kreatif. Industri kuliner mempunyai potensi yang sangat kuat untuk berkembang, oleh karena itu pemerintah akan mendukung sub sektor ini supaya lebih maju. Hal ini menunjukkan bahwa kuliner tidak hanya soal makanan dan minuman saja.

 

2.Industri Tekstil

Industri tekstil tidak terlepaskan dengan kebutuhan sandang masyarakat. Ketersediaan bahan baku material yang berlimpah dan kreativitas para pelaku industri menjadi faktor utama majunya sektor ini. Industri tekstil juga bisa berkembang ke seni kriya yang merupakan ciri khas bangsa Indonesia dan sangat dekat dengan industri pariwisata.

 

3.Industri Otomotif

Dampak dari era industri 4.0, khususnya di sektor otomotif adalah layanan ride sharing seperti aplikasi ojek online yang kita kenal saat ini, misalnya GoJek dan Grab. Tren-tren seperti ini harus kita baca.

 

4.Industri Elektronik

Revolusi industri 4.0 tentu akan memberikan keuntungan bagi industri elektronik. Dengan mendorong penggunaan teknologi digital, maka proses produksi akan semakin efisien. Efisiensi tentu saja akan mendorong pertumbuhan produksi yang lebih baik.

 

5.Industri Kimia

Kementerian Perindustrian tengah memprioritaskan pengembanganindustri kimia karena manufaktur dasar ini produknya dapat digunakan secara luas oleh sektor lainnya, seperti industri elektronika, farmasi, dan otomotif.