Hal-hal yang Sebaiknya Kita Pahami untuk Menyikapi Perkembangan Ekonomi Digital di Indonesia

 

Tidak sekadar untuk mencari informasi dan chatting, masyarakat negeri ini, khususnya di kota-kota besar sekarang menjadikan internet sebagai bagian dari gaya hidup mereka. Menurut data yang dilansir oleh tempo.co, 2 tahun lalu, orang yang berbelanja online baru 7,4 juta jiwa.

Tahun lalu angka itu naik menjadi 11 juta. Ini menunjukkan bahwa ekosistem ekonomi digital di Indonesia bergerak positif. Perkembangan ekonomi digital melampaui daya ramal manusia. Praktik e-commerce dalam bentuk iklan jual-beli, retail, hingga mal online menanjak cepat.

 

Bagaimana Menyikapi Perkembangan Ekonomi Digital?

Bagaimanapun, dunia digital akan terus berkembang. Agar bisa mendorongnya ke dampak yang positif, masyarakat harus pintar untuk bisa memanfaatkan serta ikut memberi inovasi-inovasi baru. Ekonomi digital bisa menciptakan suatu lapangan pekerjaan baru yang membantu mengurangi ketimpangan serta kemiskinan.

Namun, ekonomi digital bisa membuat beberapa pihak kehilangan pekerjaan karena kemudahan yang ditawarkan. Ada orang yang, karena memiliki bekal ilmu dan pengalaman, bisa berfikir dengan cepat mengikuti era digital, tapi ada juga yang ketinggalan.

 

E-commerce sebagai Tulang Punggung Perekonomian Nasional

Seperti yang kita ketahui, bisnis UKM merupakan usaha yang paling tahan banting di saat krisis ekonomi. Sementara itu, kebanyakan pelaku bisnis e-commerce di tanah air berskala kecil dan menengah (UKM). Pertumbuhan industri e-commerce justru semakin pesat di tengah perlambatan laju ekonomi tanah air. Bukan tidak mungkin, nantinya industri e-commerce bisa menjadi salah satu tulang punggung perekonomian nasional.

 

Tantangan yang Dihadapi

Meskipun berkembang pesat, bukan berarti tidak ada tantangan dalam pertumbuhan e-commerce di Indonesia. Dikutip dari tempo.co, inilah hal-hal yang menghambat potensi pertumbuhan e-commerce di Indonesia.

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ada enam isu, yaitu pendanaan, perpajakan, perlindungan konsumen, infrastruktur komunikasi, logistik, serta edukasi dan sumber daya manusia. Isu-isu tersebut harus dikerjakan bersama-sama dengan lembaga terkait agar menghasilkan kebijakan yang komprehensif dan tersinkronisasi.

Perkembangan perusahaan rintisan berbasis digital alias startup menarik perhatian pemerintah. Ini sejalan dengan penggunaan internet di Indonesia yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Bahkan, dengan konsistensi, kerjasama, dan dukungan semua pihak, ekonomi digital di Indonesia bisa jadi terbesar di Asia Tenggara.