Kata-kata Mampu Menghipnotis Calon Buyer Anda

Setiap penawaran dalam bisnis tentunya dibuat untuk membuka peluang yang lebih baik. Anda setuju akan hal itu? Meskipun mereka sudah tertarik pada apa yang Anda tawarkan, namun banyak yang belum berhasil sampai ke tahap closing. Membuat strategi penawaran yang menarik saja belum cukup, tapi Anda perlu menggali apa kebutuhan mereka, calon buyer Anda. Ternyata kata-kata memiliki kekuatan untuk menghipnotis calon buyer Anda. Lalu apa saja aspek yang perlu diperhatikan?

 

Membuat Copywriting yang Ampuh

Kata-kata seperti apa yang bisa ditekankan dalam membuat copywriting yang ampuh? Meskipun beberapa sumber menyebutkan ‘rumus kalimat’, sebenarnya  tidak ada formula yang pasti. Berbeda produk, berbeda pula cara beriklannya. Tapi beberapa kalimat copywriting ini terbukti berhasil untuk menggerakkan calon buyer. Apa saja kalimat itu?

 

Tampilkan Headline yang Membuat Orang Tidak Mau Berpaling

Headline yang baik adalah headline mampu memainkan dan menyentak rasa ingin tahu seseorang. Dorongan tersebutlah yang akhirnya memaksa seseorang untuk mencari tahu lebih dalam. Namun, menurut data yang ditemukan oleh Copyblogger, sekitar 80% dari pengunjung website memang telah membaca  headline yang Anda berikan. Namun, hanya sekitar 20% saja yang benar-benar menyelesaikan untuk membaca hingga akhir. (digitalmarketer.id)

 

Membawa nama orang terkenal

Ini bukan sekadar upaya mendompleng nama besar. Sudah pasti praktik yang seperti itu terkesan kurang elegan. Membawa nama orang terkenal itu berarti memancing minat dan kepercayaan publik. Agar mereka berpikir “Oh tokoh itu saja memakai [produk X], aku juga mau coba,”

 

Testimoni yang tidak sekadar kata-kata

Kalau biasanya testimoni dibuat dengan menampilkan kata-kata puas dari customer, barangkali itu sudah terlalu biasa. Bagaimana kalau sengaja mengakui kekurangan? Sebagaimana otak manusia -memiliki kecenderungan untuk menolak kata-kata negatif. Maka, itu bisa menjadi modal yang baik untuk membuktikan kepada mereka. Seperti apa contohnya?

  • “Awalnya banyak yang meragukan produk ini [sebutkan nama brand-nya], tapi setelah mencoba sendiri mereka malah jadi langganan kami.”
  • “Dulu mereka pikir [produk X] abal-abal, tapi sekarang banyak yang takut kehabisan,”

 

Unsur Pleasure dan Pain

Mari kita mulai dengan merangkai script selling, mulai dari yang sederhana. Pada dasarnya, sebuah penawaran itu memuat unsur pleasure dan pain. ‘Rumus’ kalimatnya adalah seperti ini:

– Dengan Anda mengkonsumsi [Produk X] maka Anda akan mendapatkan [Pleasure] tanpa harus mengalami [Pain].

– Kami tahu bahwa Anda tidak ingin [pain], maka sengaja kami hadirkan [produk X] agar Anda bisa mendapatkan [pleasure]

Begitulah. Anda bisa mengkreasikan sendiri kalimatnya. Yang jelas, pemilihan antara pain dan pleasure harus logis dan saling terkait.