Tapi Inilah Kompetitor Anda yang Sebenarnya

Banyak orang menghabiskan waktunya untuk mengingat masa lalu. Ada juga yang banyak membuat rencana masa depan. Tentu tidak salah untuk mengevaluasi diri di masa lalu agar lebih baik di masa depan. Asal tahu prioritas apa yang ingin dicapai. Selain terkait masa lalu atau masa depan, pikiran manusia juga memiliki kecenderungan untuk memikirkan apa kata orang.

 

Penilaian Manusia tentang Sesamanya

Manusia cenderung memiliki penilaian tentang sesamanya. Apa yang dilakukannya, bagaimana dengan penampilannya, apa yang ditampilkan di media sosial, pencapaian pribadinya, dan lain-lain bisa memicu komentar. Situasi berikutnya adalah adanya persaingan. Keberhasilan orang bisa membuat orang tergerak untuk melakukan sesuatu. Sampai di titik ini sebenarnya tidak masalah. Yang jadi masalah adalah bahwa kadang manusia tidak memahami betul situasi bersaing itu.

 

Mindset tentang kompetisi

Persaingan dalam beberapa aspek kehidupan merupakan dinamika tersendiri yang tidak dapat dihindari. Sebagian orang terlihat unggul dibanding sebagian lainnya. Tanpa memperhitungkan proses mereka, barangkali dengan mudah kita menilai kepandaian seseorang. Ketika keadaan membawa kita pada momen di mana kita bisa mengungguli mereka yang dipandang lebih ahli atau lebih pandai, kita merasa beruntung. Tapi apakah benar bahwa mereka yang lebih pandai adalah kompetitor kita?

 

Kita Hanya Bisa Mengendalikan Diri

Kenyataannya adalah kita hanya bisa mengendalikan diri sendiri, bukan orang lain. Apa yang terjadi di luar diri, apa yang dilakukan orang, bahkan apa yang dilakukan orang lain terhadap diri kita (sebagai respon atas apa yang kita lakukan) bukan hak kita untuk mengendalikan. Seperti analogi kapal berlayar yang tidak bisa mengubah arah angin, tapi bisa mengatur posisi layar untuk selalu mencapai tujuan.

Kurang bijak kalau kita selalu menjadikan orang lain sebagai pembanding, apalagi kalau sampai ada niat untuk mengalahkan orang. Karena dalam segala hal, misi kita adalah menjadi lebih baik dari diri kita sebelumnya dan menjadi versi terbaik diri kita. Jadi siapa kompetitor kita? Seperti kutipan populer ini; look in the mirror, that’s your competition. Lihatlah pada cermin, itulah kompetitor Anda sebenarnya.