Kelebihan Bos Wanita yang Mungkin Kita Temui di Dunia Kerja

 

Apa yang ada di pikiran Anda setiap mendengar kata bos wanita? Atau lebih spesifiknya seperti ini: pernahkah Anda menonton film yang mendeskripsikan bos wanita yang cenderung galak, masih single, dan (tentu saja) kesepian? Bukan bermaksud  seksis, tapi ini hanya soal plus minus bos wanita. Tapi, ternyata ada banyak kelebihan bos wanita yang bisa kita temui di dunia kerja. Apa sajakah itu?

 

Menghargai Work-Life Balance

Karena nalurinya, dalam mengambil keputusan, perempuan dianggap lebih mampu menganalisis berbagai kemungkinan yang akan terjadi. Itulah mengapa mereka cenderung lebih menghargai keseimbangan antara kerja dan kehidupan pribadi. Tidak menutup kemungkinan mereka lebih toleran terhadap kebijakan perusahaan, misal; lebih memaklumi para karyawan yang ingin ambil cuti karena urusan keluarga.

 

Memiliki Pandangan yang Luas

Menurut berbagai studi, kaum hawa cenderung lebih luas perspektif dan lebih banyak pertimbangannya saat mengambil keputusan. Wanita juga relatif lebih pandai multitasking, di saat para pria pada umumnya hanya terfokus pada satu hal. Bahkan seorang ibu yang bekerja bisa menyeimbangkan antara karir dan rumah tangga dengan baik. Cara pandang terhadap suatu masalah jadi lebih menyeluruh.

 

Intuisinya Berguna sebagai Kekuatan

Empati bisa terkait dengan kinerja para karyawan. Kemampuan wanita dalam memahami perasaan orang lain bisa menjadi nilai plus tersendiri. Ini bisa terlihat dari intuisi yang kuat pada dirinya.

Sebagai kekuatan, intuisi bisa membuat mereka lebih hati-hati dalam mengambil risiko dan lebih peka dalam memahami timnya, apakah mereka mengalami kesulitan dalam pekerjaan. Poin ini bisa menjadikan wanita, secara umum, lebih mudah melakukan pendekatan personal.

 

Bisakah Lebih Baik dari Pria?

Lebih baik atau tidak, tentu itu relatif, tergantung bidang apa. Selain karena memang tidak ada yang bisa bekerja sendirian. Tapi, ada sebuah penelitian yang dipublikasikan di Journal of Business Research membuktikan bahwa seorang bos wanita bisa lebih baik dalam memimpin daripada  bos pria karena mereka bisa menciptakan hubungan komunikasi yang lebih dekat.

Pada intinya, terlepas dari gender, urusan memimpin adalah soal kapasitas. Wanita yang berpendidikan tinggi di dunia modern juga tidak selalu identik dengan sifat yang dicitrakan di film-film. Sebaliknya, untuk bisa memimpin perusahaan dengan baik yang dibutuhkan adalah kemampuan interpersonal, khususnya yang memberdayakan orang di sekelilingnya.